Ternyata ini alasan HR tidak memberi kabar kepada kandidat pencari kerja yang ditolak

Ilustrasi interview pekerjaan (pexels/Anna Shvets)

delta3.co.id – Seringkali ditemui kandidat pencari kerja yang menyebut HR sebagai tukang ghosting atau tukang PHP (pemberi harapan palsu).

Bukan tanpa alasan para kandidat pencari kerja menyematkan julukan ini kepada HR (Human Resources).

Hal ini dikarenakan banyak kandidat pencari kerja yang merasa di beri harapan palsu oleh HR, dan HR menghilang begitu saja tanpa memberikan kejelasan mengenai status penerimaan mereka.

HR dinilai kurang konsisten dengan ucapannya yang mengatakan “Tunggu kabar selanjutnya sekitar dua minggu.”

Akan tetapi pada kenyataannya hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan HR tak kunjung memberikan kabar.

Tentu saja para kandidat pencari kerja merasa dirugikan dari segi waktu dan juga tenaga karena menunggu dalam kurun waktu yang lama.

Pun tidak dapat disalahkan jika ada kandidat pencari kerja yang memiliki anggapan demikian, karena pada dasarnya mereka juga ingin tahu apakah mereka sebenarnya akan diterima atau tidak.

Baca Juga:  Tips wanita saat berbicara dengan pria agar benar-benar didengarkan

Akan tetapi mungkin ada hal-hal yang belum diketahui dan perlu diketahui oleh orang-orang yang biasa disebut dengan jobseekers ini.

Dikutip oleh delta3.co.id pada 21 Agustus 2022, di laman Instagram @mudahcarikerja, ada beberapa alasan mengapa HR tidak memberikan kabar kepada kandidat yang di tolak.

1. Efisiensi waktu

Alasan pertama ialah efisiensi waktu rekruitmen, di mana biasanya HR tidak hanya mewawancara maupun menyeleksi satu kandidat saja.

Misal ada seratus kandidat yang melamar dan tidak ada satupun dari mereka yang memenuhi kualifikasi.

Maka akan sangat merepotkan dan tidak efisien bagi HR jika harus mengabari para kandidat satu per satu.

Sedangkan HR juga tentu dikejar oleh deadline dari perusahaan untuk mencari kandidat yang mumpuni serta sesuai dengan kualifikasi untuk mengisi posisi yang dibutuhkan.

Baca Juga:  Melihat perang dagang AS dan China di Timur Tengah

Secara logika HR harus kembali membuka rekruitmen, melakukan hiring dimana-mana, kembali menentukan tempat interview.

Belum lagi harus mengurus hal-hal yang berkaitan dengan administrasi lainnya, dan mengeluarkan budget yang tak sedikit.

Maka dari itu HR tidak memiliki waktu yang banyak untuk mengabari para kandidat satu per satu.

2. Prioritas pada kandidat yang memenuhi kualitifikasi

Alasan yang kedua ialah prioritas HR kepada kandidat yang memenuhi kualifikasi. Pada prinsipnya, HR hanya akan berfokus kepada kandidat yang sesuai dengan apa yang mereka cari dan apa yang dibutuhkan segera oleh perusahaan.

Maka dari itu kandidat yang kualifikasinya tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan tidak akan diberi kabar.

Bukan karena HR tidak bekerja dengan profesional, akan tetapi memang kembali pada efisiensi waktu, dan mengingat deadline yang diberikan oleh perusahaan. ***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.