Jangan dianggap asing, berikut 4 pahlawan WNA yang turut andil dalam pergerakan Kemerdekaan Indonesia

Rumah Laksamana Muda Maeda (Twitter @vctrkmng)

delta3.co.id – Walaupun bukan WNI asli, 5 tokoh sekaligus pahlawan ini turut andil dalam menggerakkan Indonesia dari nol sampai merdeka, lho.

Selain menjadi sosok besar dalam menegakkan keadilan sedalam-dalamnya untuk tanah air kita. Para tokoh asing ini juga menyumbangkan semua yang mereka punya seperti ilmu, kekuasaan harta dan lain sebagainya secara ikhlas.

Mulia banget, ‘kan? Daripada penasaran dengan tampang dan wajahnya. Berikut tim delta3.co.id akan menjelaskan secara rinci tentang 5 WNA tersebut dilansir dari berbagai sumber pada 17 Agustus 2022:

1. Laksamana Muda Maeda (1898-1977)

Di urutan pertama ada tokoh asing bernama Laksamana Muda Maeda. Komandan dengan nama asli Maeda Tadashi ini, sebelumnya merupakan salah satu penjajah Jepang yang membuat Indonesia merana karena adanya romusha.

Namun, setelah negaranya terkena bom atom, ia menjadi sadar diri bahwa setiap negara mempunyai hak dan cita-cita besar untuk merdeka. Maeda memerintahkan semua anak buahnya untuk mundur dan ikut menggerakkan sesaat proklamasi diucapkan dengan membuat barisan besar di sekitarnya.

Sang komandan tinggi ini telah berteman lama dengan orang-orang di BPUPKI, PPKI dan PETA yang merupakan koordinator atas merdekanya Indonesia dan proklamasi. Bahkan Bapak Soekarno Hatta dianggap keluarga sendiri olehnya. Salut deh.

Baca Juga:  Lobster biru yang sangat langka berhasil ditangkap oleh ayah dan anak

2. K’tut Tantri (1898-1997)

Wanita bule cantik yang memiliki nama asli Muriel Stuart Walker ini, bukanlah pahlawan yang bergerak secara aksi dan turun ke lapangan.

Namun, dengan tulisan, orasi dan pemikirannya, kemerdekaan Indonesia dapat dipublikasikan ke luar negeri bahkan orang Amerika dan Eropa juga tahu.

Setelah tiba di Indonesia, tujuan pertamanya yakni Bali. Ia sangat terpana seolah olah Indonesia adalah kampung halamannya. Menurutnya orang Indonesia ramah semua ditegur dikit langsung tersenyum.

3. Dmitry Manuilsky (1883-1959)

Pria berkumis tebal seperti Mendiang Jojon dan Charlie Chaplin ini awalnya merupakan pejabat besar di Uni Soviet pada masa kepemimpinan Joseph Stalin yang punya kuasa besar atas perang dingin di masa Perang Dunia Pertama.

Peran besar yang dilakukan oleh Dimitry yakni mendaftarkan Indonesia ke dalam PBB dengan perjanjian bahwa Belanda telah bertindak kejam dan akan mengembalikan hasil rampasan kepada tanah Jawa dan semua yang dijajahnya.

Seperti yang kita ketahui menjadi anggota PBB tidak semudah mencalonkan jadi Caleg dengan sogokan uang.

Baca Juga:  Dianggap Aneh, Ini 7 Aturan Parenting Unik Will Smith untuk Anak-Anaknya

Namun, dengan kriteria dan tekad mampu melindungi dunia dan tidak akan menjajah negara yang lebih kekurangan, Indonesia pantas untuk menjadi anggotanya.

4. Ichiki Tatsuo (1906-1949)

Kembali ke orang Jepang di urutan keempat. Memang benar pada dasarnya detik proklamasi dan kasus penculikan Bung Karno ke Rengasdengklok terjadi saat penjajahan negara Jepang.

Ichiki Tatsuo merupakan seorang yang baik hati dan bersedia mengkhianati Jepang dan membela keras Indonesia saat orang Indonesia tersiksa karena dipaksa romusha.

Tidak berlangsung lama pria yang mirip dengan orang Jawa ini langsung mualaf dengan banyak saksi di sekitarnya. Ia sudah ahli dalam berbahasa Indonesia, Jawa, Sunda dan bisa menulis Sansekerta.

Ditambah lagi, si remaja Jepang ini memiliki nama Indonesia, bernama Abdul Rahman setelah dinyatakan sebagai naturalisasi Indonesia dan menikah dengan orang Indonesia.

Demikian, keempat contoh para tokoh asing yang ikut membuat Indonesia lahir seutuhnya dan merdeka selamanya. Ada satu fakta menarik lainnya yang tidak disebutkan yakni banyaknya para penjajah bersifat baik bisa itu berupa keluarga atau hanyalah anak-anak.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.