Selalu meriah, ternyata ada makna tersembunyi dari setiap lomba yang hadir pada perayaan momen 17 Agustus

Makna dari setiap lomba 17 Agustus. (Pixabay/Tusik Only)

delta3.co.id – Tepat pada tanggal 17 Agustus, selalu diperingati sebagai HUT Republik Indonesia yang pada tahun 2022 ini memasuki usia ke-77 tahun.

Dengan itu menandakan bahwa semenjak 17 Agustus 1945 Indonesia sudah merdeka dan juga terlepas dari penjajahan Belanda maupun Jepang.

Tidak ingin melewatkan momen bersejarah ini, masyarakat pun terlihat selalu antusias menyambut tanggal 17 Agustus.

Pada tanggal 17 Agustus pastinya akan menghadirkan banyak acara hiburan, seperti halnya lomba agustusan.

Lomba tersebut biasa digelar di lingkungan masing-masing dengan rentang umur yang beragam pula.

Namun dibalik kemeriahan lomba yang selalu diadakan pada momen 17 Agustus ternyata memiliki makna yang terkandung didalamnya.

delta3.co.id sudah mengutip berbagai lomba yang memiliki makna didalamnya yang biasa dijumpai pada saat 17 Agustus. Apa saja? Simak ulasannya.

Panjat pinang

Lomba ini selalu meriah karena diikuti dalam jumlah kelompok besar dan mengharuskan para pesertanya untuk memanjat sebuah batang pohon yang sudah disediakan.

Tidak hanya memanjat saja, namun pohon tersebut akan dilapisi oleh sesuatu yang akan membuatnya menjadi licin.

Baca Juga:  Inilah 7 pahlawan yang ada pada pecahan uang kertas rupiah

Pada puncak pohon tersebut sudah disediakan berbagai macam hadiah, mulai dari barang rumah tangga sampai sejumlah nominal uang.

Untuk memperoleh seluruh hadiah tersebut, peserta akan saling gotong royong. Mereka dengan badan yang besar dan kuat akan berada paling bawah dan kawan lainnya naik menuju puncak.

Ternyata dibalik keseruan lomba panjat pinang ini memiliki makna tragis yaitu untuk mengenang pahitnya masa penjajahan Belanda.

Pada saat itu, lomba ini biasa dihadirkan saat digelarnya sebuah hajatan atau acara besar untuk sekedar hiburan para penguasa.

Sudah pasti yang menjadi pesertanya adalah pribumi lantaran pada saat itu sangat sulit sekali untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan.

Jadi hadiah yang sudah diletakan di puncak akan berusaha sekuat tenaga untuk didapatkan agar bisa terpenuhi kebutuhan mereka yang pada saat itu serba kekurangan.

Makan kerupuk

Lomba yang satu ini tidak pernah absen dalam momen 17 agustusan.

Baca Juga:  8 Fakta Unik Soal Busok, Kucing Endemik yang Hanya Ada di Madura

Dengan peraturan yang cukup mudah, peserta harus menghabiskan kerupuk digantung tanpa memakai bantuan tangan.

Ternyata lomba ini memiliki makna yang mendalam sebab menyangkut perihal keprihatinan masyarat pada zaman dahulu yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makanan.

Balap karung

Lomba balap karung ini untuk mengenang pada masa penjajahan Jepang lantaran pada masa itu banyak pribumi yang memakai baju dari karung goni.

Sama seperti hal nya pada saat ini, peserta yang mengikuti lomba ini harus menutup tubuhnya dengan karung yang sudah disediakan.

Tarik tambang

Lomba ini biasa dilakukan dalam bentuk grup, dengan hanya berusaha bertahan sambil menarik tali dan tidak jatuh.

Ternyata tambang itu mengibaratkan saat masa penjajahan, masyarakat pribumi selalu dipaksa untuk bekerja.

Dengan menggunakan tali tambang, masyarakat pribumi harus bisa menarik barang-barang yang ukurannya cukup besar.

Ternyata dibalik keseruannya, lomba yang diadakan untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia memiliki maknanya tersendiri yang tidak lepas dari perjuangan terdahulu.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.