4 Jenis pandemi ini pernah melanda dunia dan sangat mematikan

4 jenis wabah atau pandemi selain Covid 19 yang sangat mematikan di dunia. (Stefan Keller/Pixabay )

delta3.co.id – Tahukah sahabat Hopers, ternyata ada wabah atau pandemi selain Covid 19 yang sangat mematikan di dunia ini serta dapat menggerus populasi manusia dalam skala besar.

Berikut 4 jenis wabah berbahaya di dunia selain Covid 19 yang dilansir dari livescience.com

1. MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

MERS atau sindrom akut dari Timur Tengah merupakan gejala pilek, batuk dan nafas tak terkendali layaknya virus Covid-19.

Bedanya, tidak separah gejala pandemi Covid 19. Ini hanya menimbulkan efek sejenak dan dapat disembuhkan dengan obat khusus untuk TBC dan Influenza.

Penyebarannya hanya di sekitar timur tengah dan Afrika saja. Maksudnya tidak bersifat pandemi. Pertama kali ditemukan pada tahun 2012 di Arab Saudi, Yaman, Irak, Iran dan uni arab lainnya.

Baca Juga:  Heboh! Saking bucinnya, remaja ini sampai rela suntikkan darah si pacar yang positif HIV ke badannya sendiri

2. Virus Ebola

Ebola diambil dari kata budaya dari Sierra Leone (Salah satu negara di Afrika) yang berarti primata, cacing dan parasit.

Pandemi ini terjadi tahun 70-an. Masyarakat Afrika suka menyantap makanan mentah. Bakteri pun bercampur dengan bahan kimia dari pabrik.

3. HIV AIDS

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.

Semakin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).

AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Baca Juga:  Siap duduk di bangku perkuliahan? Kenali nama ospek di berbagai PTN di Indonesia

4. Black Death

Black Death atau Maut Hitam adalah peristiwa pandemi yang melanda Eropa, Asia, dan Afrika Utara antara 1347-1353.

Nama Black Death diambil dari gejala penderita, yang biasanya mengalami kulit menghitam pada bagian jari tangan dan kaki atau ujung hidung.

Kulit menghitam akibat adanya jaringan yang mati. Penyebab wabah Black Death adalah infeksi bakteri Yersinia pestis yang disebarkan oleh kutu.

Wabah Black Death yang berlangsung selama sekitar tujuh tahun diperkirakan merenggut nyawa 75-200 juta jiwa.

Black Death disebut-sebut sebagai pandemi paling mematikan dalam sejarah, bahkan nyaris memusnahkan populasi Eropa.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.