Sejarah panjat pinang salah satu lomba 17 Agustusan, bangsa Indonesia ditertawakan gara-gara lakukan hal ini..

Sejarah lomba Panjat Pinang yang sering dijadikan lomba pada 17 Agustusan. ( Anas Sueb sanusi/Pixabay )

delta3.co.id – Lomba panjat pinang yang selalu ada di setiap acara 17 Agustusan justru menyimpan sejarah kelam pada masa penjajahan di Indonesia.

Bahkan pada masa penjajahan kolonial, panjat pinang digunakan untuk merayakan Putri Mahkota Kerajaan, dan penjajah membuat panjat pinang sebagai hiburannya.

Untuk mengetahui lebih dalam sejarah panjat pinang, simak ulasannya di bawah ini:

Simbol penindasan

Dikutip dari berbagai sumber, dulunya panjat pinang digunakan penjajah masa Belanda dijadikan sebagai hiburan untuk acara-acara besar dan penting seperti pernikahan, perayaan ulang tahun dan acara penting lainnya.

Dari zaman dulu hingga kini, panjat pinang selalu dilakukan dengan hal yang sama yakni batang pohon dilumuri minyak atau oli dan digantung beberapa hadiah di atasnya.

Baca Juga:  5 Kota yang membara demi mahalnya harga sebuah kemerdekaan, selain harta benda, jiwa dan raga jadi taruhan

Bedanya dengan sekarang, hadiah yang diikatkan di atas pada zaman dulu berupa kebutuhan pokok seperti beras, tepung, pakaian dan kebutuhan-kebutuhan pokok rakyat Indonesia lainnya.

Jika sekarang ini panjat pinang dijadikan lomba 17 Agustusan, dulu pada masa penjajahan Kolonial. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai hiburan Ratu Belanda Wilhelmina.

Dulu panjat pinang diselenggarakan setiap tanggal 31 Agustus, yakni bertepatan dengan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina.

Sedangkan saat ini, panjat pinang diselenggarakan pada saat hari Kemerdekaan Indonesia, yakni pada 17 Agustus.

Ketika perayaan ulang tahun sang Ratu, banyak para bangsawan Belanda yang hadir dalam perayaan tersebut, bangsa Indonesia sendiri sebagai peserta panjat pinang.

Orang Belanda tidak mengikutinya, mereka hanya duduk dan menonton bahkan menertawakan bangsa Indonesia yang telah bersusah payah mendapatkan hadiah-hadiah yang berada di atas.

Baca Juga:  Lirik lagu So Solo - Rocket Punch

Berbagai bahan kebutuhan pokok tergantung diatas, bangsa Indonesia yang ingin mendapatkan barang-barang tersebut harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan.

Mereka terjatuh ke bawah karena licin, lalu mereka rela saling menginjak satu sama lain, demi mendapatkan barang-barang yang berada diatas.

Orang-orang Belanda hanya duduk dan menonton, mereka menertawakan bangsa Indonesia yang kesulitan mengambil hadiah.

Bagi orang Belanda, hiburan tersebut sangatlah menarik karena mereka melihat beberapa orang diinjak-injak bahu dan kepalanya lalu terjatuh demi mendapatkan barang yang diinginkannya.

Demikian ulasan singkat mengenai sejarah lomba panjat pinang yang sering dijadikan lomba pada 17 Agustusan, semoga menambah wawasan kamu ya.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.