Rektor Unila patok harga untuk luluskan mahasiswa baru, KPK: Jumlahnya bervariasi dengan kisaran minimal…

Kampus Unila, foto: Instagram @igiputramoran
delta3.co.id- Unila atau Universitas Lampung 
diketahui awalnya berada di tiga lokasi sekaligus.
 
Dikutip dari website resmi Unila, Sejak Tahun 1973 atau 1974 kampus Unila di buka di Gedongmeneng dan saat ini semua Fakultas sudah berada di dalam kampus tersebut.
 
Antara tahun 1960 sampai 1965, Unila sendiri dipimpin oleh seorang koordinator. 
 
Namun, sejak Desember 1965 sampai dengan Mei 1973, Unila dipimpin oleh satu presidium yang diketuai oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Lampung.
 
 
Sejak Mei 1973 sampai dengan sekarang, Unila diketahui mulai dipimpin oleh seorang Rektor secara berurut.
 
Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar tak sedap dari Universitas Lampung tersebut.
 
Dikutip pmj.com, komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut bahwa Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Karomani (KRM) mematok harga untuk meloloskan mahasiswa baru yang ingin masuk ke Unila.
 
Diketahui bahwa patokan harga tersebut berfariasi mulai dari Rp100 juta sampai Rp350 juta per mahasiswa agar diluluskan masuk Unila.
 
 
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron juga mengatakan bahwa Karomani diduga turut terlibat langsung dalam menentukan kelulusan para peserta Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila).
 
“KRM memerintahkan HY (Heryandi) selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Budi Sutomo selaku Karo Perencanaan dan Hubungan Masyarakat serta melibatkan MB (Muhammad Basri) selaku Ketua Senat untuk turut serta menyeleksi secara personal terkait kesanggupan orang tua mahasiswa yang apabila ingin dinyatakan lulus,” ungkap Ghufron saat konferensi pers, dikutip delta3.co.id pada Minggu, 21 Agustus 2022 dalam wibsite pmj.com.
 
Menurut Ghufron, ketiganya tersebut diberikan tugas oleh Karomani untuk mengumpulkan sejumlah uang.
 
Uang tersebut merupakan uang yang telah disepakati dengan pihak orang tua peserta seleksi yang sebelumnya telah dinyatakan lulus berdasarkan penilaian yang sudah diaturnya.
 
 
“Terkait besaran nominal uang yang disepakati antara pihak Karomani diduga jumlahnya bervariasi dengan kisaran minimal Rp100 juta sampai Rp350 juta untuk setiap orang tua peserta seleksi yang ingin diluluskan,” jelas Ghufron.
 
Ghufron mengatakan Karomani diduga memerintahkan sosok yang bernama Mualimin untuk turut mengumpulkan sejumlah uang dari para orang tua peserta seleksi yang ingin dinyatakan lulus oleh Karomani.
 
“Seluruh uang yang dikumpulkan Karomani melalui Mualimin yang berasal dari orang tua calon mahasiswa yang diluluskan Karomani berjumlah Rp603 juta dan telah digunakan untuk keperluan pribadi Karomani sekitar Rp575 juta,” terangnya.
 
 
KPK ternyata menemukan bahwa Karomani sudah mengalihkan sebagian uang tersebut menjadi tabungan deposito hingga emas batangan.
 
“Selain itu, KPK juga menemukan adanya sejumlah uang yang diterima Karomani melalui Budi Sutomo dan MB yang berasal dari pihak orang tua calon mahasiswa yang dialih bentuk menjadi tabungan deposito, emas batangan dan juga masih tersimpan dalam bentuk uang tunai dengan total seluruhnya sekitar Rp4,4 miliar,” lanjutnya.***
 
Baca Juga:  Update! Kode Redeem Higgs Domino Hari Ini Selasa 27 September 2022: Ambil Bonus Chip Gratis Sampai 110B Bosku

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.