Dari UMKM bisa jadi Unicorn, Kemenpora RI gandeng pengusaha untuk bagikan tips dan triknya

Drs. Imam Gunawan, MAP, Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI (Foto: Webinar Kemenpora RI)

delta3.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali mengadakan webinar yang bertajuk Literasi Ekosistem Kewirausahaan Pemuda dengan tema ‘SMES Go To Unicorn’. Kali ini, Kemenpora mengandeng Nilamsari, pendiri Kebab Baba Rafi dan M. Hafid Rosidin, pendiri Biki Indonesia untuk menyampaikan kiat-kiat berwirausaha kepada peserta webinar. 

Drs. Imam Gunawan, MAP selaku Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI menyampaikan pentingnya membangun ekosistem wirausaha dan menghadapi tantangan untuk memajukan usaha. 

“Upaya untuk membangun dunia kewirausahaan menjadi tanggung jawab kita bersama-sama… Perjalanan untuk menjadi champion itu bukan hanya perjalanan yang ditempuh oleh seorang wirausaha, apa pun profesi kita itu selalu mengikuti pathway atau journey yang seperti itu (penuh perjuangan),” katanya pada Sabtu, 20 Agustus 2022. 

Ia juga menyampaikan harapannya agar pengusaha pemula mampu merenggut kesempatan dan mewujudkan usahanya mencapai sukses. 

“Teman-teman sekalian yang menjadi pebisnis pemula harus bisa mengidentifikasi apa yang dibutuhkan, faktor eksternal, kemudian bisa menjemputnya.”

Baca Juga:  Jadwal Pendataan Non ASN akan Berakhir 30 September 2022, Berikut Link dan Cara Daftar Akun

Menyusul kesuksesan Kebab Baba Rafi, Nilamsari ungkap kiatnya dalam berbisnis. Wanita asal Surabaya ini mengaku memulai berjualan kebab dari gerobak dan hanya bermodalkan Rp4 juta. Kini, Baba Rafi telah memiliki 1600 outlet di 10 negara dan telah melantai di Bursa Efek Indonesia. 

“Saya dulu memulai bisnis itu dari gerobakan, kaki lima warna putih… Kita mulai dengan Rp4 juta pada jaman itu buat gerobak, Rp2,5 juta untuk beli peralatan, Rp500 ribu untuk bahan baku, Rp500 ribu untuk sewa lokasi, bener-bener dari kaki lima.”

Bisnis yang awalnya dari burger tersebut kemudian dikembangkan dengan menambah menu kebab. Hal ini menyusul kebutuhan untuk berinovasi dan memanfaatkan peluang yang ada. 

“Kalau kita berharap bisnis kita berkembang, tapi kita begitu-begitu aja, kita gak akan ke manapun. Akhirnya dari sana kita mulai menambahkan menu kebab.”

Baca Juga:  Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Kota Jambi, Selasa 27 September 2022

Semua perusahaan, menurut Nilam, mempunyai kesempatan untuk menjadi perusahaan publik, Initial Public Offering (IPO) dengan menawarkan atau menjual saham kepada publik dan mencatatkan ke Efek Bursa. Begitu halnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Adapun manfaat dari IPO adalah bisa memperoleh dana relatif besar, bisa membeli kembali saham, meningkatkan citra perusahaan, membangun transparansi perusahaan dan kepercayaan publik, serta meningkatkan rasa kepemilikian karyawan terhadap perusahaan.

Namun ada pula beragam konsekuensi yang ditimbulkan, yakni harus patuh terhadap peraturan yang berlaku, tidak punya kendali penuh atas perusahaan, serta keterbukaan aspek internal perusahaan kepada publik. 

Hafid Rosidin selaku pendiri Biki Indonesia menyebut ada beberapa proses pembentukan karakter kewirausahaan, yakni empati, tumuh kembang mindset, mempelajari sesuatu sebelum berkembang, mengeksplor sebelum menghakimi, inovasi, integrasi, dan kolaboratif.***

 

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.