Tegas! Kapolri perintahkan jajarannya usut kematian Brigadir J dengan terbuka: Ungkap kebenaran apa adanya!

Kapolri perintahkan jajarannya ungkap kasus kematian Brigadir J dengan terbuka ( Instagram @heraldindonesia)

delta3.co.id – Kasus kematian Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terus bergulir. Hingga kini kepolisian terus usut kasus tersebut sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan kepada jajarannya agar mengusut kasus kematian Brigadir J secara tuntas.

Tak hanya itu, Kapolri Jenderal Listyo SIgit Prabowo meminta anak buahnya untuk transparan dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J.

Arahan Kapolri tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun instagram @lambe_danu_official99.

Dalam video itu terlihat Kapolri sedang berbicara langsung dengan sejumlah anak buahnya di Mabes Polri Jakarta.

Ada juga jajarannya yang mengikuti arahan tersebut melalui video conference. Menurut Kapolri, pengungkapan kasus kematian Brigadir J akan menentukan tingkat kepercayaan publik kepada Polri.

“Pasca terjadinya peristiwa Duren Tiga, angka (kepercayaan masyarakat) kita langsung anjlok di angka 28 persen, dan kemarin pada saat penetapan FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka, angkanya naik menjadi 78 persen,” ungkap Kapolri seperti dikutip delta3.co.id pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Baca Juga:  Terjawab sudah! Ini agama yang dianut AKP Rita Yuliana usai heboh posting ceramah pendeta

Kapolri meminta jajaran untuk terus bekerja maksimal dalam mengungkap kasus kematian Brigadir J agar angka kepercayaan masyarakat terhadap Polri tidak kembali turun.

Karena itu pula ia meminta agar pengungkapan kasus yang menyeret Irjen Pol Ferdy Sambo tersebut dilakukan dengan transparan, tanpa menutup-nutupi hal apa pun.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, bahwa kita tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kita buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya,” perintah Kapolri pada jajarannya.

Kapolri melanjutkan, pengungkapan kasus kematian Brigadir J juga menjadi penting, bukan hanya menyangkut kepercayaan publik.

Tapi juga menyangkut kredibilitas institusi kepolisian, karena menurut Kapolri, kasus ini merupakan ajang pertaruhan Polri ke depannya.

Baca Juga:  Beredar potret sederhana Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebelum terbius harta, tahta, dan wanita

Sebelumnya, Nopiansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dinyatakan tewas pada 8 Juli 2022 lalu di rumah dinas mantan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.

Jenazahnya lalu dikirim ke pihak keluarganya dia Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Saat itu pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada jenazah Brigadir J, yakni adanya luka tembak dan sejumlah luka lebam.

Sejak itulah kasus ini mendapat perhatian publik dengan beragam spekulasi motif, mulai dari pelecehan seksual hingga pembunuhan berencana.

Dalam kasus ini kepolisian telah menetapkan 5 tersangka, di antaranya Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi dengan tuduhan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.