100 Hari pembunuhan jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh, keluarga masih memperjuangkan keadilan

Profesor Kanada sebut suara Palestina tak akan padam (Unsplash/Ehimetalor Akhere)

delta3.co.id – Keadilan masih sulit didapatkan jurnalis veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh. Hari ini, tepat 100 hari lalu, beliau ditembak dan dibunuh pasukan Israel.

Kini, keluarga Shireen Abu Akleh terus mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan penyelidikan independen.

Shireen Abu Akleh, sebelumnya ditembak mati tepat di kepala oleh penembak jitu Israel. Hal tersebut terjadi pada 11 Mei 2022 saat Shireen Abu Akleh meliput serangan Israel di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat.

Setelah lebih dari tiga bulan, keluarga Shireen Abu Akleh mengatakan bahwa meskipun banyak bukti, dan beberapa penyelidikan lain yang menuntut Israel bertanggung jawab, AS gagal meminta pertanggungjawaban sekutunya itu.

Baca Juga:  Kode Redeem Higgs Domino Hari Ini Rabu 28 September 2022: Ada Chip Gratis Hingga 129B, Klaim Sekarang Juga!

“AS perlu meningkatkan penyelidikan atas pembunuhan warga dan jurnalis mereka sendiri,” kata keponakan Abu Akleh, Lina, dilansir delta3.co.id dari laman Al Jazeera, Jumat 19 Agustus 2022.

Selain itu, laporan saksi dan investigasi yang dilakukan oleh Otoritas Palestina, PBB dan beberapa media AS seperti Washington Post dan CNN, semuanya menyimpulkan bahwa penembak jitu Israel sengaja menembak Shireen Abu Akleh.

Akan tetapi Departemen AS of State mengatakan pada bulan Juli lalu bahwa mereka tidak percaya bahwa itu pembunuhan disengaja.

AS sendiri mengirim Israel hampir $4 miliar bantuan militer setiap tahun dan, menurut Lina, keputusan itu untuk membelokkan, juga menghilangkan bukti dalam pembunuhan bibinya.

Baca Juga:  Perseteruan Semakin Memanas Nikita Mirzani Beberkan Soal Check In Terhadap Najwa Shihab

“[Investigasi] ini mengirim pesan kepada AS bahwa kurangnya akuntabilitas kejahatan masa lalu yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Amerika telah mengakibatkan pembunuhan yang lain,” katanya.

“Ini menunjukkan bahwa tentara Israel tidak peduli jika Anda adalah warga negara Amerika,” lanjutnya. 

“AS telah gagal untuk menahan tentara Israel [yang menembakkan peluru], rantai komando, dan sistem yang bertanggung jawab,” katanya lagi.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.