Terungkap! Ferdy Sambo dan 5 klaster lain diduga berperan penting halangi penyelidikan kasus Brigadir Joshua

Ferdy Sambo dan Brigadir J (Instagram @irjen.ferdysambo)

delta3.co.id – Kasus kematian Brigadir Joshua yang menggemparkan publik pada beberapa minggu ini menemukan titik terang baru.

Kasus kematian Brigadir Joshua membuat pihak polri mempunyai tekanan yang berat untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Begitu banyaknya kejanggalan pada kasus tersebut, membuat pihak polri masih berusaha untuk membongkar fakta apa yang terjadi terkair dugaan pembunuah Brigadir Joshua dan siapa pelakunya.

Tim khusus polri yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikabarkan membagi 5 klaster yang menjadi terkait menghalangi proses penyidikan kasus tersebut.

Adapun 5 klaster tersebut mempunyai salah satu tugas yaitu pemindahan sampai perusakan CCTV yang bisa menjadi alat bukti.

“Dalam hal ini kita bagi menjadi 5 klaster. Yang pertama, Kompleks Aspol Duren Tiga, kita sudah periksa 3 orang yaitu Saudara N, M dan saudara AZ,” Ujar Direktur Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Asep Edi Suheri dikutip delta3.co.id dari pmjnews.com pada Jumat, 19 Agustus 2022.

Baca Juga:  CFD Dukuh Atas, Iringan Musik EDM Buat Warga Berlenggak-lenggok di Citayam Fashion Week

Brigjen Pol. Asep juga mengatakan klaster selanjutnya yaitu pengambilan DVR CCTV, adapun 4 orang diperiksa terkait keterlibatan dalam pengambilan tersebut.

“Selanjutnya Klaster kedua, yang melakukan pengambilan DVR CCTV. Kita sudah melakukan pemeriksaan sebagai saksi 4 orang. Yaitu saudara AF, AKP IW, AKBP AC dan Kompol AM,” Ujarnya.

Brigjen Pol. Asep juga menambahkan pada klaster ketiga terkait pengrusakan dan transmisi data CCTV, terdapat 3 orang yang diperiksa.

“Klaster ketiga adalah melakukan pemindahan transmisi dan melakukan pengrusakan. Yaitu 3 orang sudah dilakukan pemeriksaan. Kompol PW, Kompol CP, dan AKBP AM,” Ujarnya.

Untuk klaster keempat yaitu terkait orang-orang yang memberi perintah, mantan Irjen Ferdy Sambo merupakan salah satu orang yang  memerintahkan pemindahan dan pengrusakan CCTV.

Baca Juga:  Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi pasti tercium juga, terungkap ini jumlah kekayaan Ferdy Sambo  

“Dan klaster keempat, adalah yang menyuruh melakukan. Begitu memindahkan dan perbuatan lainnya. Irjen FS, Brigjen HK, dan juga AKBP AN,” Ujarnya.

Dan yang terakhir pada klaster kelima, sekitar 4 orang yang diperiksa dan mereka berempat adalah polisi.

“Dan klaster yang kelima, ada 4 (orang). AKP DA, AKP RS, AKBP RRS, Bripda DR,” Ujarnya.

Brigjen Pol. Asep juga mengatakan terdapat kemungkinan klaster dan para saksi berkembang. Pembagian klaster tersebut dilakukan untuk memudahkan pihak polri mengusut kasus tersebut.

Aksi tersebut merupakan salah satu yang menjadi penghalang dan menghambat pihak polri untuk melakukan penyelidikan yang menewaskan Brigadir J. Alhasil kasus tersebut membutuhkan perhatian dari timsus yang sudah dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.