Manfaatkan momentum HUT RI ke-77, publik ingin kado istimewa dari KPK soal kelanjutan penyelidikan Formula E

Massa tuntut kado istimewa dari KPK soal Formula E. (Sumber: Dok. SAPU)

delta3.co.id – Kelompok massa tergabung dalam Satgas Pemburu Koruptor kembali mengadakan unjuk rasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan pada Jumat, 19 Agustus 2022.

Memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-77, massa menginginkan pimpinan KPK Firli Bahuri cs hadiahi kado istimewa untuk rakyat Indonesia.

Kado istimewa itu berupa pengumumuman perkembangan hasil penyelidikan kasus Formula E sekaligus menaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

“Akan jadi kado istimewa jika KPK mengumumkan progres positif penanganan perkara Formula E dan menyeret koruptor Formula E kenakan baju oranye khas KPK,” tegas Koordinator aksi Ali Ibrahim.

KPK sebagai garda terdepan dalam penuntasan segala kasus korupsi, menurutnya, harus amanah dalam menjalankan tugasnya mewujudkan cita-cita Bangsa terbebas dari korupsi.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kota Sukabumi Hari Ini, Selasa 27 September 2022, Siapkan Persyaratannya Sekarang!

“Peringatan kemerdekaan ini, KPK juga harus menjadikannya sebagai momentum untuk bekerja lebih keras demi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yaitu negeri yang bebas dari korupsi. Jakarta bebas dari korupsi, tangkap koruptor Formula E,” jelasnya.

Kemerdekaan, kata dia, adalah bebas dari korupsi. Ia pun mendesak KPK agar tak mengulur waktu bongkar dugaan korupsi Formula E.

“Makna kemerdekaan adalah saat Indonesia bebas dari korupsi. Kita harus merdeka dari koruptor, mau tunggu kapan lagi untuk bongkar skandal korupsi Formula E ini,” kata dia lagi.

Ali Ibrahim kemudian menyebut musuh Negara merupakan sosok manusia dengan mental terjajah. 

“Mental terjajah oleh perilaku koruptif adalah menjadi biang keladi terhambatnya kemajuan bangsa dan negara. Dan koruptor Formula E masih gentayangan. Kapan orang-orang dibelakang layarnya ini diperiksa, ada Gubernur DKI, Jakpro, Bank DKI, Dispora dan FEO,” kata dia.

Baca Juga:  Masih terus dipertanyakan, LPJ Formula E akan jadi penentu apakah ajang balap berlanjut atau sudah cukup

Usai di KPK, massa juga menyambangi Bank DKI. Mereka menuntut Bank DKI buka suara soal isu dugaan Korupsi Formula E.

“Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan. Bank DKI harus jelaskan masalah Formula E ke publik,” tuturnya.

Ali mengingatkan kepada lembaga antirasuah bahwa hukum harus ditegakkan tanpa ada kongkalikong sesuai dengan nilai-nilai demokrasi.

Terakhir, massa mendatangi kantor BPK Provinsi Jakarta agar Lembaga itu turut andil dalam penyelidikan dugaan korupsi Formula E.

“BPK jangan sampai ada yang main mata, jadikan momentum hari Kemerdekaan ini untuk melawan dan membasmi korupsi Formula E,” pungkasnya. ***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.