Habib Bahar hanya divonis 6 bulan 15 hari, Husin Shahab dan Ferdinand Hutahaean soroti kejanggalan

Habib Bahar bin Smith divonis 6 bulan dan 15 hari bui atas kasus penyebaran berita bohong saat ceramah di Bandung, Jawa Barat. (dok.PMJ News)

delta3.co.id – Habib Bahar bin Smith divonis 6 bulan dan 15 hari bui atas kasus penyebaran berita bohong saat ceramah di Bandung, Jawa Barat.

Vonis ini berbeda jauh dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ingin Habib Bahar dihukum 5 tahun penjara.

Ketua Cyber Indonesia, Husin Shahab dan Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring, Ferdinand Hutahaean pun kompak mengkritik vonis ini.

Keduanya menilai adalah keanehan atau kejanggalan dalam vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada Habib Bahar.

Husin Shihab menyebut, Majelis Hakim semestinya menjatuhkan putusan sekurang-kurangnya 2/3 dari tuntutan maksimal yang diajukan JPU.

“Jika JPU dalam kasus ini menuntut 5 tahun maka putusan Hakim sekurang-kurangnya 2/3 dari tuntutan JPU,” kata Husin Shihab.

“Ini kok aneh. JPU mesti ada upaya banding,” sambungnya, sebagaimana dikutip delta3.co.id dari akun Twitter @HusinShihab pada Rabu, 17 Agustus 2022.

Baca Juga:  Shireen Sungkar Omeli Anak Sulung yang Jajan Ratusan Ribu Rupiah: Kamu Bukan Anak Sultan!

Adapun Ferdinand Hutahaean menyoroti salah satu pertimbangan yang digunakan Majelis Hakim dalam menjatuhkan vonis, yakni bahwa Habib Bahar sopan.

“Alasan sopan yang digunakan Hakim sangat tak masuk akal ketika terdakwa sering bersuara keras disidang. Sungguh vonis janggal. Ada apa dengan negeri ini?” katanya melalui akun Twitter @FerdinandHutah4.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menyebut, ada beberapa hal yang meringankan putusan vonis terhadap Habib Bahar.

Selain memiliki tanggungan sebagai kepala keluarga, Habib Bahar juga dinilai bersikap sopan dan terus terang selama persidangan.

“Adapun yang meringankan bahwa terdakwa bersikap sopan, terus terang, punya tanggungan keluarga,” kata Hakim Ketua, Dodong Rusdani pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Adapun hal yang memberatkan dalam putusan vonis terhadap Habib Bahar adalah bahwa ia sebelumnya pernah menjalani masa tahanan dalam kasus penganiayaan.

Baca Juga:  Belasan Kali Beraksi, Begini Pengakuan Begal Ponsel Incar Penumpang Bajaj

“Bahwa Habib pernah dihukum,” kata Hakim Ketua.

Untuk diketahui, vonis 6 bulan 15 hari yang diterima oleh Habib Bahar jauh tersebut lebih rendah dibandingkan dengan JPU yang sebelumnya menuntut hukuman 5 tahun penjara.

Habib Bahar sendiri mengaku bersyukur atas putusan vonis 6 bulan 15 hari yang ia terima atas kasus penyebaran berita yang tidak pasti itu.

“Saya Bahar bin Smith menyampaikan terima kasih atas hadirnya seluruh jemaah dan saya pada hari ini Alhamdulillah divonis selama 6 bulan 15 hari,” katanya.

Habib Bahar menilai bahwa vonis yang ia terima ini merupakan bukti keadilan masih ditegakkan di Indonesia.

“Alhamdulillah ini akan menjadi awal bagi masyarakat Indonesia, pembuka bahwa ini akan menjadi awal kepercayaan, bahwa masih ada keadilan di negara ini yang kita cintai, Allahu Akbar,” ujar Habib Bahar.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.