Mantan pengacara punya kode rahasia dengan Bharada E: Kalau kau ada apa-apa…

Mantan pengacara yakni Deolipa punya kode rahasia dengan Bharada E (Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV)

delta3.co.id – Polemik kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat yang menyeret salah satu nama yakni Bharada E belum juga berakhir.

Bharada E atau Richard Eliezer, merupakan tersangka yang diduga melakukan penembakan kepada Brigadir J atas perintah atasannya yakni mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Fakta-fakta tampaknya baru terkuak satu demi satu, namun motif dari pembunuhan itu sendiri belum ada kejelasan padahal sudah ditetapkan salah satu tersangkanya yakni Bharada E tersebut.

Adapun saat Bharada E ditetapkan sebagai tersangka, mantan pengacaranya justru mengundurkan diri hingga akhirnya Deolipa Yumara dan M Boerhanuddin yang kemudian ditunjuk oleh Bareskrim Polri untuk mendampingi Bharada E.

Namun, pada 10 Agustus 2022, Bharada E justru mencabut kuasa kedua pengacaranya tersebut dan mengganti dengan Ronny Talapessy.

Baca Juga:  Pelatih Dewa United FC Optimistis Tatap Laga Lawan Persita

Deolipa Yumara justru menjelaskan hal mengejutkan mengenai fakta diberhentikannya dirinya menjadi kuasa hukum Bharada E.

Ia menduga bahwa ia tidak diberhentikan oleh Bharada E, kemungkinan besar Bharada E menandatangani surat pemberhentian tersebut secara terpaksa.

“Surat kuasa atau surat apa pun juga, kita sepakat harus ada tanggal dan jam di samping materai. Kalau tidak ada itu berarti ada unsur paksaan,” ungkap Deolipa Yumara eks penasehat hukum Bharada E dikutip delta3.co.id pada Senin, 15 Agustus 2022 dalam artikel suaramerdeka.com.

Deolipa Yumara mengaku bahwa tanggal dan jam itu adalah kode kesepakatan antara Deolipa Yumara dengan Bharada E jika terjadi apa-apa dengannya.

“Kalau kau ada apa-apa kodenya adalah itu, ya,” jelas Deolipa Yumara saat itu kepada Bharada E

Baca Juga:  Pamer Kemesraan di Media Sosial, Netizen Doakan Marshel Widianto dan Celine Evangelista Segera Naik ke Pelaminan: Cepetan

Namun, Deolipa Yumara mengaku bahwa dalam surat pencabutan kuas tersebut tidak terdapat tanggal dan juga jam yang ia sepakati itu.

Hal tersebutlah yang kemudian memperkuat dugaan Deolipa Yumara bahwa surat tersebut bisa jadi benar tetapi Bharada E menandatanganinya dalam tekanan atau surat tersebut hanya surat bodong belaka.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.