Bukan untung malah buntung, para korban penipuan jasa titip barang elektronik rugi hingga Rp50 milyar

Ilustrasi penipuan (Foto : pexel.com/@tara-winstead)

delta3.co.id – Kasus penipuan jasa titip (jastip) barang elektronik sempat menghebohkan jagat dunia maya, lantaran banyak memakan korban yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kasus penipuan tersebut pertama kali mencuat dari unggahan akun Instagram @korbanpenipuantita.

Para korban kasus penipuan jasa titip barang elektronik tersebut kebanyakan ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan penghasilan dari penjualan mereka. Namun, naas para korban dari berbagai daerah di Indonesia tersebut malah merugi hingga mencapai Rp50 Milyar.

Salah satu korban penipuan jasa titip barang elektronik merugi hingga 1,8 milyar yang terdiri dari 370 unit airfryer, 1.600 unit chopper, dan 1.400 unit rice cooker. Barang-barang tersebut merupakan pesanan dari para reseller untuk kembali mereka jual.

Baca Juga:  Berikut Kalender Jawa 2023 Lengkap Dengan Hari Besar

“50 milyar dari seluruh Indonesia. Kalau saya ada orderan untuk airfryer ada 370, terus ada chopper sekitar 1.600, rice cooker saya ada 1.400 unit. Saya belanja ke dia 1,8 Milyar sudah dibayar tinggal tunggu barang datang,” ucap salah seorang korban, dikutip dari kanal YouTube Uya Kuya TV, Selasa 16 Agustus 2022.

Korban pertama kali kenal dengan pelaku berinisial T, usai dikenalkan oleh salah seorang kerabatnya yang juga menjadi korban dalam kasus ini.

Kemudian wanita berhijab tersebut melakukan pemesanan kepada pelaku dengan jumlah 230 unit oven dan barang-barang itu hanya diterima setengahnya dari jumlah yang ia pesan.

Barang-barang tersebut dikirim secara bertahap karena pelaku beralasan pengiriman dari gudang yang terbatas.

Baca Juga:  Mengejutkan! Adipati Dolken jadi korban penipuan hingga rugi miliaran rupiah

“Awal-awal barang yang oven itu datang semua orderan saya sekitar 230 unit oven. Pengirimannya bertahap tidak langsung alasannya karena gudangnya terbatas,” ungkapnya.

Pada tanggal 9 Juli 2022 pelaku mengatakan kepada korban bahwa barang-barang yang telah dipesan tidak dapat dikirim.

Sebab, barang -barang yang telah dipesan itu kabarnya mendapat pelaporan yang membuat sang pelaku di-blacklist oleh brand elektronik. Semenjak itu, pelaku menghilang dan sudah tidak dapat dihubungi.

Saat ini, para korban telah melaporkan pelaku berinisial T ke Polda Metro Jaya. ***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.