Mengerikan, begini nasib TKI di Inggris yang berisiko terjerat utang

delta3.co.id – Nasib buruh asal Indonesia begitu mengerikan. Mereka mengatakan telah dibebani dengan utang hingga £5.000 oleh broker asing, tanpa izin untuk bekerja di Inggris selama satu musim.

Ratusan buruh tersebut diberi pekerjaan memetik buah beri untuk memasok Marks & Spencer, Waitrose, Sainsbury’s dan Tesco.

Hingga kini, buruh pemetik buah beri tersebut diberi kontrak tanpa jam kerja, dan dibayar kurang dari £300 seminggu. Belum lagi pengurangan biaya menggunakan karavan. 

Sementara biaya yang mereka bayarkan untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk penerbangan dan visa, juga ribuan pound biaya tambahan dari broker pekerja Indonesia yang sebelumnya menjanjikan penghasilan besar. 

Naasnya, di bawah undang-undang ketenagakerjaan Inggris, hal itu adalah ilegal, bahkan sekadar untuk membebankan biaya broker yang mencarikan mereka pekerjaan.

Seorang pekerja menggambarkan bagaimana dia mempertaruhkan rumah keluarganya di Bali sebagai penjamin hutang, dan kini dia sangat takut kehilangan. 

Baca Juga:  Indonesia punya banyak makanan pedas, jangan salah pilih, ini yang pas buat kamu

“Sekarang saya bekerja keras hanya untuk membayar kembali uang itu,” kata pekerja tersebut, dilansir delta3.co.id dari laman The Guardian, Senin 15 Agustus 2022. 

“Saya kadang tidak bisa tidur. Saya memiliki keluarga yang membutuhkan tenaga saya untuk makan, dan sementara itu, saya memikirkan hutang,” katanya lagi. 

Diketahui, semua ini dipicu oleh Brexit dan perang di Ukraina yang telah menciptakan kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian Inggris. 

Hal itulah yang mendorong pertanian dan agen perekrutan pekerja yang putus asa. Pakar hak-hak migran mengatakan situasi tersebut menempatkan pekerja pada situasi semacam kerja paksa.

Kini, Home Office dan Gangmasters and Labor Abuse Authority (GLAA) sedang berupaya menyelidiki kasus perbudakan tersebut. 

Baca Juga:  Timnas Indonesia Kalahkan Curacao di Pakansari 2 - 1 dalam Laga FIFA Matchday

Sebagai informasi, bahwa ratusan pekerja pertanian Indonesia yang telah direkrut untuk bekerja di Inggris musim panas ini menggunakan visa pekerja musiman. 

Para buruh pemetik ini dikirim ke peternakan Clock House dekat Maidstone di Kent, yang diberi tugas memasok buah beri ke sebagian besar supermarket besar dan telah muncul dalam iklan M&S.

Sukiasa Ketut, agen freelance yang mengelola rekrutmen Al Zubara di Bali, mengatakan mereka menggunakan broker freelance yang tidak mematuhi aturan. 

“Kami tidak mempersiapkan dengan baik tentang aturan bagaimana merekrut orang, jadi kami [pergi] ke perekrut dan mereka hanya melakukan ini dengan cara mereka sendiri,” katanya. 

“Kami terkejut karena beberapa mengenakan biaya lebih banyak, dan yang lain mengenakan biaya lebih sedikit,” katanya lagi.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.