Sulit bongkar kesaksian dari Putri Chandrawati, ada rahasia apa?

Kolase Putri Candrawathi dan mendiang Brigadir J (Foto: Istimewa)

delta3.co.id – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menyatakan tidak bisa memberikan perlindungan kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi karena status hukumnya kini membingungkan.

Pada proses permintaan keterangan LPSK menyebut mengalami kesulitan sehingga asesmen yang diberikan sangat memakan waktu.

Juru bicara LPSK, Rully Novian, mengatakan ada beberapa hal yang dialami korban kekesaran seksual sehingga akan kesulitan untuk mencerikan kembali apa yang dialaminya.

“Kami memahami bahwa seseorang yang diduga sebagai korban kekerasan seksual tentu sangat sulit untuk bicara,” kata Rully Novian sebagaimana dikutip delta3.co.id dari kanal YouTube Metro TV News, Senin, 15 Agustus 2022.

Apalagi, tegas Rully Novian, misalnya korban mengalami kondisi trauma atau hal-hal yang membuatnya sulit untuk mengungkapkan kembali terhadap peristiwa yang terjadi.

Baca Juga:  Keberadaannya dipertanyakan, perangai Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo dibongkar sosok ini

“Namun kami sudah mencoba untuk menggunakan banyak metode dalam asesmen (untuk PC), namun metode-metode ini semuanya bisa dikatakan sulit untuk bisa mendapatkan informasi,” ungkap Rully Novian.

Pada hari ini, Senin, 15 Agustus 2022, penyidik Bareskrim Polri sudah berada di Magelang untuk menyusun rangkaian peristiwa pembunuhan Brigadir Yoshua.

Sulit bongkar kesaksian Putri Chandrawati, ada rahasia apa?

Ferdy Sambo mengklaim ada peristiwa yang melukai harkat dan martabat keluarga sehingga memutuskan untuk menghabisi nyawa Yoshua.

Kendati demikian teka-teki dalam kasus ini masih saja belum terkuak sehingga kepingan demi kepingan masih dikumpulkan tim penyidik untuk menyingkap tabir tersebut.

Sejuah ini polisi telah menetapkan empat orang tersangka namun keterangan yang diberikan kepada para tersangka terus berubah-ubah.

Baca Juga:  DAY6 Perpanjang Kontrak Dengan Agensi JYP Entertainment

Awalnya, disebut adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J dengan menodongkan pistol kepada Putri Candrawathi di rumah dinas.

Namun belakangan dugaan itu tidak terbukti atau hanya skenario belaka. Ferdy Sambo berdalih adanya sikap Brigadir J yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang.

Oleh karena itu, saat ini tim khusus Bareskrim tengah mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan.

Sementara asesmen psikiater terhadap Putri Candrawathi, disebut mengalami depresi dan trauma.

Putri sempat meminta perlindungan kepada LPKS pada 14 Juli lalu namun permohonan itu ditolak dan kasus pelecehan terhadapnya saat ini sudah dihentikan.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.