Hikmah dari Vanuatu, salah satu negara yang paling rentan terhadap krisis iklim

Ilustrasi krisis iklim Bumi. (Pixabay/Sumx)

delta3.co.id – Negara Pasifik, Vanuatu, secara resmi meluncurkan salah satu kebijakan iklim paling ambisius di dunia. Dalam hal ini, Vanuatu berkomitmen untuk 100% energi terbarukan dalam pembangkit listrik pada tahun 2030.

Hal ini menandakan contoh lain dari negara pulau kecil yang membuat tanda dalam upaya mengatasi krisis iklim internasional.

Diketahui, bahwa pada KTT tahun lalu di Glasgow, semua negara didesak untuk meninjau kembali dan memperkuat kontribusi mereka pada krisis iklim pada akhir tahun 2022.

Vanuatu adalah salah satu dari hanya 12 negara yang telah melakukannya, dan ambisinya ini telah dipuji oleh para ahli regional.

“Mereka benar-benar memberikan contoh bagi seluruh dunia,” kata Tagaloa Cooper-Halo, direktur program ketahanan perubahan iklim di Sekretariat Program Lingkungan Regional Pasifik (SPREP), dilansir delta3.co.id dari laman Al Jazeera, Senin 15 Agustus 2022.

Baca Juga:  Bagian Timur Indonesia Bergerak Menangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024

“Vanuatu juga memberi contoh dalam banyak hal, meskipun memiliki emisi yang dapat diabaikan. Ini adalah upaya monumental oleh semua pemangku kepentingan, karena butuh banyak kerja dan koordinasi untuk sampai pada tahap itu,” katanya lagi.

Sebagai informasi, Vanuatu juga sudah menjadi negara karbon-negatif, yang berarti ia menyerap lebih banyak emisi daripada yang dihasilkannya.

Akan tetapi Vanuatu berkomitmen untuk melangkah lebih jauh, dengan menghapus bahan bakar fosil, hampir seluruhnya, dan berharap menjadi 100% menggunakan energi terbarukan dalam pembangkit listriknya pada tahun 2030.

Vanuatu juga mendorong agar fasilitas pembiayaan kerugian dan kerusakan segera didirikan untuk mendukung masyarakat yang rentan.

Vanuatu, yang dinilai sebagai negara paling berisiko bencana alam oleh PBB, juga saat ini mendorong Mahkamah Internasional (ICJ) untuk memberikan pendapat terkait iklim.

Baca Juga:  BMKG, Hati-Hati Dampak Hujan Lebat di Jawa Barat Mengakibatkan Longsor hingga Banjir

“Pemerintah Vanuatu sangat berani dalam mengejar opini ICJ, dan ini semua baik untuk Pasifik,” kata Cooper-Halo.

Menurutnya, pemerintah lebih dari 80 negara bagian dari seluruh dunia mendukung upaya mereka untuk mendapatkan opini penasihat dari ICJ menjelang pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada sesi mendatang.****

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.