Bharada E dituding dapat intervensi pecat Deolipa Yumara, Ronny Talapessy: Mereka menginginkan…

Pencabutan kuasa sepihak yang dilakukan Bharada E dan keluarga membuat Deolipa Yumara kesal. (Instagram @olive_yumara/Pikiran-rakyat.com)

delta3.co.id – Pemberitaan mengenai tewasnya Brigadir J yang berkaitan dengan Bharada E terus mendapat sorotan publik.

Apalagi sekarang, Irjen Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi orang yang memerintahkan Bharada E untuk membunuh Brigadir J.

Bharada E yang berperan dalam pembongkaran permasalahan ini tentu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Besarnya sorotan terhadap Bharada E tentu membuat banyak pengacara ingin membantu menyelesaikan kasus hukumnya.

Setelah sempat menunjuk Deolipa Yumara sebagai kuasa hukum, kini Bharada E secara mengejutkan mengganti pengacaranya.

Baru bekerja selama beberapa hari saja, Deolipa Yumara dianggap kurang profesional dan malah sibuk presscon.

Dengan pencabutan kuasa secara sepihak yang dilakukan Bharada E dan keluarga tentu membuat Deolipa Yumara kesal.

Deolipa Yumara langsung digantikan oleh pengacara lainnya bernama Ronny Talapessy untuk mendampingi Bharada E menghadapi kasus hukumnya.

Baca Juga:  Ustaz Derry Sulaiman beri komentar menohok, karier moncer Ferdy Sambo terancam tamat

Ronny Talapessy menyebut kalau pemecatan Deolipa Yumara sama sekali tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Semua murni keputusan Bharada E dan keluarga yang merasa tidak puas dengan kinerja dari pengacara Deolipa Yumara.

Keluarga menginginkan seorang pengacara yang bisa bekerja secara profesional dan membantu membebaskan Bharada E dari jeratan hukum.

“Tidak ada intervensi, saya ditunjuk oleh orang tua dan saudara Bharada E karena mereka menginginkan lawyer yang profesional, yang bisa membebaskan anak mereka,” ungkap Ronny Talapessy dikutip delta3.co.id dari akun Instagram @rumpi_gosip.

Dalam proses tanda tangan surat kuasa, Ronny Talapessy melihat langsung prosesnya sehingga yakin bahwa kuasa diberikan kepadanya.

Bharada E menandatangani surat pemberhentian Deolipa Yumara dan surat pemberian kuasa secara sadar tanpa ada tekanan apapun.

Baca Juga:  Intip 17 Makanan Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia

“Mengenai tanda tangan itu memang Bharada E biasanya menulis tanda tangan berdasarkan waktu, tapi malam itu saya melihat dia tanda tangan di depan mata saya kok,” kata Ronny.

Sebelumnya, Deolipa Yumara menuai kehebohan karena menuntut negara sebanyak 15 triliun atas kasus Bharada E.

Namun menurut Ronny Talapessy, Deolipa Yumara tidak akan bisa menuntut karena sebelumnya tidak ada perjanjian honorarium mengenai pencabutan kuasa.

Ronny Talapessy menyebut kalo pencabutan kuasa bisa dilakukan secara sepihak sehingga tidak bisa dimasukkan dalam perkara hukum.

“Dia tidak bisa menuntut 15 triliun kenapa? Karena tidak ada perjanjian honorarium mengenai pencabutan itu diatur dalam pasal 5 kode etik advokat Indonesia, pencabutan itu bisa sepihak,” pungkasnya.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.