Karyawati ini dilecehkan di grup WA kantor, Kader PDI Perjuangan Jawa Barat bereaksi

Reaksi Kader PDI Perjuangan Jawa Barat soal karyawati dilecehkan di grup WA (Kolase Twitter @jerangkah dan @mssaladin)

delta3.co.id – Kader PDI Perjuangan di Jawa Barat, Sofia Yulinar ikut memberikan tanggapan ketika melihat ada salah satu karyawati suatu perusahaan dilecehkan di grup WhatsApp (WA) kantor.

Cerita karyawati dilecehkan di grup WA kantor ini viral di berbagai sosial media belakangan waktu terakhir. Seperti apa? Simak ulasan berikut.

Sofia Yulinar bereaksi

Dengan mengunggah kembali unggahan berjudul ‘Sukarela jadi model untuk kantor, karyawati ini dilecehkan di grup WA kantor’, Sofia Yulinar memberikan tanggapan.

Dalam keterangan, ibu artis Adhisty Zara ini menuliskan bahwa pelecehan dalam bentuk apapun tidak boleh dibiarkan.

“Tidak ada toleransi sedikitpun untuk pelecehan dalam bentuk apapun,” tulis Marshanda dilansir delta3.co.id dari Instagram @mrssaladin pada Senin, 14 Agustus 2022.

Karyawati dilecehkan di grup WA kantor

Cerita seorang karyawati dilecehkan di grup WA kantor disampaikan oleh sang suami. Dalam utasan di Twitter, akun bernama Richo Pramono menceritakan kejadian yang menimpa istrinya ini berawal dari sebuah photoshoot.

Sang istri diminta untuk menjadi model produk bisnis kantornya. Namun secara diam-diam, si fotografer memotret punggung istri Richo dan menyebarkannya di grup WA.

Baca Juga:  Viral! Istrinya diduga dilecehkan oleh teman sekantor, suami murka ungkap kronologi di Twitter

“Cerita berawal saat istri diminta menjadi model foto produk kantornya. Bermula saat fotografer bernama Dedy Christianto mengambil salah satu frame foto tanpa seizin istri saya di bagian punggung,” tulis Richo.

Padahal posisinya saat itu, istri Richo belum siap untuk dipotret. Bahkan, foto tersebut diambil tanpa seizinnya.

“Foto tersebut tidak digunakannya untuk kebutuhan kantor, namun untuk bahan melecehkan istri saya di grup WhatsApp,” tuturnya.

“Bukan hanya tidak izin, foto tersebut diambil saat istri belum siap untuk memulai proses pemotretan. Masih fitting, itu kenapa masih ada bra yang melekat di punggung.” sambung dia.

Istri Richo kemudian mendapat pelecehan dari beberapa rekan kantornya. “Setelah dishare ke grup ‘sambutan’ dari sesama rekan kantornya yang cabul kemudian muncul,” ujarnya.

Yang paling membuat Richo sakit hati dan meradang adalah saat membaca komentar dari salah satu rekan pria istrinya bekerja.

“Lelaki cabul bernama Steve Bramantha dengan ‘jokes lucunya’ mengomentari foto tersebut dengan mangatakan ‘geser kiri det, terus lepasin’,” ucapnya.

Baca Juga:  Seruan Dukungan Untuk Ganjar Menggema di Pantai Rancabuaya

“Sontak sekujur tubuh saya merasa dingin dan gemetar hebat menahan rasa sakit hati dan emosi yang sangat mendalam. Tidak habis pikir dengan ringan jempolnya ada pria menjadikan kata-kata melepas bra istri orang sebagai bercandaan,” lanjut dia.

Tak hanya itu, ada juga rekan kerja perempuan istri Richo yang ikut-ikutan melontarkan kalimat tak senonoh dalam kesempatan itu.

“Bisa-bisanya hanya karena istri saya duduk berdua dengan temannya, setelah mengenakan baju produk kantornya lalu diframing dengan kata ‘lagi nunggu dipilih’,” timpalnya.

Tentu, Richo tak terima melihat istrinya dilecehkan seperti itu. Sehingga, ia memutuskan untuk membuat gugatan kepada tim Human Resources tempat istrinya bekerja.

“Senin saya akan mendampingi istri saya menghadap tim HR nya untuk membuat gugatan: (1) Hapuskan kebijakan one month notice untuk istri saya, (2) pecat dengan tidak hormat semua orang yang terlibat bukan teguran,” pungkas Richo. ***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].