Kronologi kematian Brigadir J versi Ferdy Sambo dan update terkini dari kepolisian

Bharada E, tersangka kasus tewasnya rekannya Brigadir J ungkap banyak fakta kebenaran tentang peristiwa di rumah Irjen Ferdy Sambo.  (Pikiran Rakyat Berita Subang)

delta3.co.id – Sebulan berlalu, kematian Brigadir J masih meninggalkan sejumlah teka-teki. Meski saat ini polisi telah menetapkan 4 tersangka yakni Ferdy Sambo, Barada E, Brigadir Ricky, dan seorang ART.

Penetapan tersebut, nampaknya belum mampu menuntaskan rasa penasaran masyarakat Indonesia. Sebagian dari mereka mempertanyakan kronologi kematian Brigadir J yang diduga banyak kejanggalan.

Misalnya cerita awal yang muncul dipublik yang menggabarkan bahwa Brigadir J mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Kasus tersebut berkembang kasus pembunuhan berencana seperti keterangan terbaru kepolisian.

Oleh karena itu, berikut ini kronologi kematian Briagadir J secara lengkap dengan perkembangan isu terkini.

1. Baku Tembak di Rumah Dinas Fredy Sambo

Kejadian naas yang berdar saat ini dimulai pada Jumat, 8 Juli 2022 sekitar jam 5. Saat itu, konon Brigadir J datang tanpa diundang mendatangi Putri Candrawathi yang sedang tiduran di kamarnya.

Diduga Brigadir J berusaha melakukan pelecehan dengan menodongkan pistol ke arah istri atasannya tersebut.

Merasa tidak aman, Putri Candrawathi berteriak yang menyebabkan barada e mendatangi kamar tersebut. Kemudian Barada E menanyakan apa yang sedang terjadi. Namun, Brigadir J justru menembakkan pestok ke arah Barada E.

Setelah itu, terjadi adu tembak yang membuat Brigadir J meninggal. Ditemukan 7 peluru yang ditembakkan dari Brigadir J dan 5 peluru dari pistol yang ditembakkan oleh Barada E.

2. Laporan Polres Metro Jaya

Setelah terjadi baku tembak, dalam keadaan panik Putri Candrawathi menelpon sang suami.

Tak lama, Ferdy Sambo sampai di rumah dinasnya tersebut dan menemukan Brigadir J sudah tak bernyawa. Kemudian Ferdy kemudian menelpon polres metro jaya Jakarta Selatan untuk melaporkan kejadian tersebut.

3. Saksi Bertambah

Apabila sebelumnya diungkapkan pada kejadian berlangsung hanya 3 orang di rumah dinas Ferdy Sambo, muncul dua orang lainnya yakni brigadir Ricky (ajudan Fredy) adan seorang ART.

Pada saat kejadian, Brigadir Ricky mengaku bersembunyi dibalik kulkas. Dia juga mengaku sempat melihat Brigadir J menodongkan pistol ke seseorang entah siapa.
Sementara ART bersaksi tidak melihat kejadiannya hanya suara tembakan saja.

Baca Juga:  Mahfud MD komentari kasus Ferdy Sambo yang bunuh Brigadir J: Siap kawal!

Dengan pengakuan tambahan tersebut, kuat diduga bahwa Barada E melakukan tembakan untuk membela putri dari Brigadir J.

4. Kejanggalan ditubuh Brigadir J

Saat dibawa pulang ke rumah keluarga, mereka kaget melihat jenazah Brigadir J karena terlihat ada bekas kekerasan seperti rahang yang bergeser, jari tangan putus, memar di seluruh badan, luka sayatan di kaki dan lainnya.

Dituliskan ada sekitar 14 kejanggalan di tubuh Brigadir J seperti bukan luka tembak melainkan bekas kekerasan.

5. CCTV rusak sejak 2 minggu sebelumnya

Merasa ada kejanggalan pada kronologi kematian Brigadir J, pihak keluarga kemudian minta rekaman CCTV. Dikatakan bahwa CCTV di rumah tersebut dikatakan rusak tersambar petir 2 minggu sebelumnya.

Disisi lain, pihak kepolisian membentuk tim gabungan pencari fakta untuk menyelidiki secara tuntas kasus kematian Brigadir J.

Selain itu, pada 18 Juli 2022, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Ferdy dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Tujuannya supaya kasusnya seobjektif mungkin alias Ferdy Sambo tidak campur tangan.

6. Brigadir J diduga dibunuh saat di Magelang

Keluarga Brigadir J melaporkan kalau Brigadir J diduga menjadi korban pembunuhan berencana.

Karena sebelumnya, keluarga mendapat chat yang mengatakan bahwa Brigadir J sedang dalam perjalanan dari Magelang pulang ke Jakarta untuk mendamping Ferdy Sambo.

Berdasarkan pesan tersebut, pihak keluarga menduga jangan-jangan Brigadir J telah tewas di Magelang.

Baru kemudian dibawa ke Jakarta dengan adanya penganiayaan terlebih dahulu dan dibuat seolah-seolah adanya baku tembak.

7. CCTV ditemukan

Pada tanggal 20 Juli 2022 ada pengumuman mengejutkan bahwa rekaman CCTV sudah ditemukan kembali. Padahal sebelumnya dilaporkan CCTV di lokasi kejadian telah rusak.

8. Otopsi ulang

Berdasarkan laporan, keluarga Brigadir J meminta dilakukan otopsi ulang. Otopsi kali ini dilakukan oleh 7 dokter ahli forensik diluar kepolisian biar lebih transparan dan objektif. Proses otopsi ulang ini memakan waktu kurang lebih 4 minggu.

Baca Juga:  BRI Liga 1: Cetak Gol Penentu Kemenangan Arema FC, Sergio Silva Selebrasi dengan Berbagai Gaya

9. Fredy Sambo memerintahkan Barada E menembak Brigadir J

Pada tanggal 3 Agustus 2022, Barada E diputuskan menjadi tersangka atas pembunuhan Birgadir J.

Setelah ditetapkan tersangka, pengakuan mengejutkan muncul dari Barada E. Ia mengaku tidak adegan baku tembak yang terjadi pada 8 juli 2022.

Menurut Barada E, peluru-peluru tersebut sengaja ditembakan untuk membuat alib seolah terjadi baku tembak.

Barada E menuturkan hal tersebut terjadi karena perintah dari Ferdy Sambo.

Sebaliknya, Ferdy Sambo langsung menyuruh Barada E untuk menembak Brigadir J. Sementara pistol Brigadir J sengaja diambil dan di tembakkan ke dinding sebanyak 7 kali untuk memperkuat alibi.

Bedasarkan kesaksian tersebut, akhirnya Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka yang memiliki peran memerintah Barada E untuk menembak Brigadir J dan perannya dalam merencanakan kasus pembunuhan ini.

10. Hukuman Mati

Selain Ferdy Sambo dan Barada E, ada 2 orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya adalah Brigadir Ricky dan ART yang diduga kuat mengetahui rencana dari Ferdy Sambo.

Keempat tersangka tersebut di ancam maksimal hukuman mati atau hukuman penjara selama 20 tahun.

11. Skenario Palsu Sengaja Dibagikan

Versi cerita baku tembak sengaja disebarkan karena penasihat ahli kapolri bidang komunikasi publik yaitu Fahmi Alamsyah mengundurkan diri dari posisinya.

Fahmi mengakui dirinya diminta Ferdy membuat press rilis sesuai dengan skenario versi awal terjadi baku tembak. Tapi dia tidak ikut-ikutan dalam merancang skenario tersebut.

Sayangnya hingga saat ini belum terungkap motif yang menyebabkan Fredy Sambo merencanakan skenario pembunuhan Brigadir J sehingga memanipulasikan fakta.

Sementara itu, saksi kunci Putri Candrawathi belum memenuhi panggilan polisi sebagai saksi. Ia mengaku masih mengalami trauma atas kejadian tersebut dan tengah menjalani perawatan.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.