Murka, diduga jadi motif Ferdy Sambo tega lakukan skenario pembunuhan Brigadir J di TKP 46

Ferdy Sambo (PMJ News)

delta3.co.id – Alasan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat diberondong tembakan di Rumah Dinas Polisi Ferdy Sambo Nomor 46 atau tempat kejadian perkara (TKP 46) masih menyimpan tanda tanya besar.

Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) sebagai pihak yang diduga menjadi dalang di balik skenario penembakan itu belum memberikan informasi yang gamblang.

Polri sampai kini masih terus menyelidiki motif yang membuat FS tega melangsungkan skenario sadis tersebut.

“Tim sedang ke Magelang untuk menelusuri kejadian di sana secara utuh kejadian bisa tergambar,” kata Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, 14 Agustus 2022.

Penelusuran timsus ke Magelang, kata dia, untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan FS, sehingga mementik api kemarahan dan diduga merencanakan pembunuhan.

Baca Juga:  PGRI Minta Seleksi PPPK 2022 Jangan Diulur Lagi, Dibutuhkan 947.945 Guru ASN

Dalam pemeriksaan, menurutnya, FS emosi dan marah setelah mendapat laporan dari Putri Candrawati (istri FS, Red).

“Faktor pemicu kejadian sebagaimana diungkapkan Pak FS,” ucapnya.

Namun dalam penelusuran ke Magelang, penyidik tidak menyertakan Putri, melainkan menjadikan keterangannya sebagai dasar penyelidikan.

“Kami juga mendasari keterangan yang bersangkutan (istri FS, Red), juga dalam proses penyidikan yang kami lakukan,” tegasnya.

Tak jauh beda, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, FS mengaku marah dan emosi setelah mendapat laporan dari Putri Candrawati.

“Saya ingin menyampaikan satu hal bahwa di dalam keterangannya tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC,” jelas Andi, dikutip delta3.co.id dari Pikiran-Rakyat.com

Baca Juga:  Marshmellow Unggah Foto Bareng TXT, Fans: Gasskeun Kolaborasi!

Dari keterangan yang diberikan FS, Putri mengaku mengalami tindakan yang melukai martabat keluarga dari Brigadir J di Magelang. Namun, Andi tidak menjelaskan tindakan apa itu.

“Telah mengalami tindakan yang melukai harkat martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Yosua,” ungkapnya.

Kemudian tersangka FS memanggil tersangka RR dan tersangka RE untuk melakukan pembunuhan. “Untuk merencanakan pembunuhan terhadap almarhum Yosua,” sambungnya.

Sekadar informasi, kasus pembunuhan Brigadir J sampai 14 Agustus 2022 telah menyeret empat tersangka. Di antaranya, adalah tersangka FS yang diduga sebagai otak di balik kasus pembunuhan tersebut. ***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.