Mengungkap rekayasa Ferdy Sambo bunuh Brigadir J, inikah yang sesungguhnya terjadi?

Mengungkap rekayasa Ferdy Sambo saat bunuh Brigadir J (Unsplash/Tusik Only)

delta3.co.id – Kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo terhadap ajudannya sendiri, Brigadir J atau Joshua masih terus bergulir.

Kini, Ferdy Sambo mengakui telah berupaya untuk merekayasa kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinasnya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Barat.

Awalnya pihak Ferdy Sambo menyatakan bahwa telah terjadi tindakan pelecehan yang dialami istrinya, Putri Chandrawathi.

Namun, isu tersebut telah terbantahkan dengan ditetapkannya Ferdy Sambo oleh kepolisian. Pengumuman tersangka ikut diumumkan langsung olek Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama petinggi Korps Bhayangkara tersebut.

Menangapi dugaan adanya peristiwa tindakan pelecehan, Menko Polhukam Mahfud MD, membeberkan pernyataan terbarunya dalam tayangan podcast Deddy Corbuzier.

“Cuman pak saya mau tahu, Pak, ‘kan ada laporan kasus pelecehan ke polisi, harusnya dicabut dong, Pak?” tanya Deddy.

“Itu salah satu yang hari ini saya komunikasikan ke Bareskrim, karena laporan pelecehan itu (masih) diproses sampe sekarang,” kata Mahfud MD sebagaiman dikutip delta3.co.id dalam tayangan podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Jumat, 12 Agustus 2022.

“Lho, kan skenarionya sudah lain, sudah ada tersangkanya dengan dua alat bukti yang cukup bahwa pelakunya bukan Bharada E tapi ada yang menyuruh.”

“Perintah menyuruh ini disampaikan oleh tiga orang yang pada saat itu ada di situ, ‘kan berarti sudah tidak ada pelecehan laporan itu. Gitu kan,” sambung Mahfud MD.

Mahfud MD yang juga mantan Ketua Mahmakah Konstitusi (MK) ini meyakini bahwa laporan terkait adannya dugaaan pelecehan seksual itu akan dihentikan penyidikannya.

“Ya mungkin sebentar lagi akan dicabut di SP3. Ya harus di SP3 dong, kan yang dituduh melecehkan sudah ditembak mati,” kata Mahfud MD.

“Cerita-cerita laporan pemeriksaan itu yang mengerikan campur menjijikkan juga, makanya saya bilang sensitif,” ungkap Mahfud MD.

Membongkar rekayasa dan skenario Ferdy Sambo

Deddy Corbuzier juga mempertanyakan kepada Mahfud MD apakah kasus itu akan terbongkar secara jelas dan terang-benderang.

Baca Juga:  Link Download Contoh Surat Lamaran Kerja Sebagai Pendamping Lokal Desa 2022 Lengkap dengan Persyaratan Lainnya

Mahfud tegas mengatakan dirinya juga akan mengajak semua pihak untuk mendorong bersama agar kasus itu bisa tuntas demi tegaknya keadilan.

“Kan sudah terbongkar. Kita kan cari pelaku utamanya, sudah diumumkan sendiri oleh Kapolri bahwa pelakunya FS,” jawab Mahfud MD.

“Ya kita doronglah, sama-sama (untuk) kebaikan. Dan saya gak ikut campur lho urusan, itu saya ngawal perintah presiden,” tambah Mahfud MD.

Ditegaskan Mahfud MD, dirinya menghormati proses hukum yang sedang dijalankan pihak kepolisian dan menyatakan ia tak ingin ikut campur ke ranah tersebut.

“Dalam arti tidak ikut campur dalam urusan pro justicia. Tapi kalau memberi arah itu tugas saya. Oleh sebab itu selain saya bicara ke publik agar publik tenang dan tahu masalahnya, saya juga koordinasi betul dengan Polri, Komnas HAM, LPSK, Kompolnas,” kata Mahfud MD.

“Kita harus memberi apresiasi kepada Kapolri, kedua untuk para (Jenderal) bintang tiga pak Agung, pak Agus, pak Dofiri kemudian pak Gatot dan yang lain-lain yang gigih untuk menindak secara benar dan fair sesuai arahan presiden,” ungkapnya.

Saat disinggung Deddy Corbuzier tekait hukum yang menjerat Ferdy Sambo, Mahfud MD menjawab tegas bahwa Jenderal berusia 49 tahun itu terancam maksimal hukuman mati.

“(Hukumannnya jika Sambo terbukti) Itu terserah hakim nanti. Tapi ancaman maksimalnya itu hukuman mati,” tutur Mahfud MD.

Bocoran motif pembunuhan

Bukan Deddy Corbuzier namanya kalau tak mengungkap pertayaan-pertanyaan kritis kepada tamu podcast-nya. Ayah dari Azka Corbuzier itu bertanya terkait adanya spekulasi adanya tiga motif pembunuhan yang beredar luas di masyarakat.

“Gini pak, kalau di berita mungkin ada tiga bocoran, tiga motif pembunuhnya. Jadi beda-beda nih pak ceritanya,” tanya Deddy Corbuzier.

“Itu kan sudah muncul di koran. Pertama laporan bahwa terjadi laporan resmi dari pelapor Pak Sambo kemudian diumumkan juga oleh Polres (Jaksel), itu kan sudah motif,” jawab Mahfud MD.

Baca Juga:  Maulid Nabi : Bertemu Nabi Muhammad ﷺ , Abu Sufyan Berharap Perjanjian Hudaibiyah Tidak Dibatakan

“Makanya ya katakan motif itu macam-macam, apa betul ada pelecehan, kalau ada pelecehan diapakan? Itu yang tidak boleh. (Itu) urusan orang tua, bukan anak kecil,” lanjut Mahfud MD.

Tak hanya itu, Mahfud MD juga mengungkapkan ada dugaan, upaya pemerkosaan sehingga memicu terjadinya pembunuhan yang direncanakan.

“Lalu skenario kedua kan juga muncul dari medsos itu dan disebut oleh pengacara misalnya, itu kan perselingkuhan empat segi, itu mungkin motif. Tapi yang agak resmi itu malah menyebutkan itu (dugaan) perkosaan, suatu tempat lalu terjadilah perencanaan itu, itu juga,” tutur Mahfud MD.

“Oleh sebab itu tanya ke Polisi aja biar dikonstruksi jangan tanya ke saya,” ujarnya.

Karier mentereng Ferdy Sambo

Karier moncer eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terancam tamat setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Ferdy Sambo, Jenderal bintang dua itu pernah menangani kasus-kasus besar. Di antaranya bom Sarinah, kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung hingga insiden di tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan enam anggota FPI.

Ferdy Sambo menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri sejak 16 November 2020. Jebolan Akademi Kepolisian 1994 ini memang berpengalaman di bidang reserse.

Karirnya kian moncer sejak ia ditempakan sebagai Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat pada tahun 2010. Dari Jakarta, Ferdy Sambo ditugaskan Polda Polda Jawa Tengah menjadi Kapolres Purbalingga lalu Kapolres Brebes.

Dari Brebes, ia ditarik ke Jakarta untuk menduduki jabatan Wakil Direktur Reserse Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya pada tahun 2015.

Kemudian pada tahun 2019, suami Putri Chandrawathi itu menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri.

Sejumlah kasus besar yang menjadi sorotan publik juga pernah ditangani Ferdy Sambo yakni kasus kopi sianida hingga surat palsu Djoko Chandra.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].