Sebelum ditembak mati, Brigadir J sempat menangis dan sampaikan hal pilu ini kepada sang kekasih

Ilustrasi ditembak (Unsplash/Kony)

delta3.co.id – Kasus kematian Joshua Hutara atau yang lebih dikenal dengan Brigadir J kini menjadi kontroversi.

Pasalnya peristiwa meninggalnya Berigadir J terjadi di rumah dinas salah satu petinggi Polri yaitu Irjen Pol Ferdy Sambo.

Pada mulanya kasus penembakan Brigadir J, seolah-olah ditutup-tutupi agar tidak menyebar luas ke publik.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu kasus tersebut mulai mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia.

Setelah mendengar keterangan dari beberapa saksi, nasib Brigadir J memang sangat tragis. Karena ia meninggal dunia dengan keadaan yang begitu mengerikan, terdapat beberapa luka tembak.

Tak hanya itu terdapat pula luka lebam yang diduga bekas penyiksaan yang dilakukan oleh tersangka utama Ferdy Sambo.

Baca Juga:  Hotman Paris ngaku punya indera keenam soal kasus Brigadir J, berikan saran hukum ini untuk Bharada E

Hal itu selaras dengan apa yang disampaikan oleh pengacara dari keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.

Menurutnya terdapat beberapa luka selain luka tembak yang terdapat di jasad Brigadir J setelah dilakukan otopsi kedua.

Diduga luka yang terdapat pada tubuh Brigadir J tersebut akibat penyiksaan yang dialaminya sebelum ditembak hingga meninggal dunia.

“Diduga disiksalah ini, disiksa ya, dipatah-patahin jari-jarinya, tangan-tangannya, bahunya diduga dihajar hingga jadi luka menganga, kemudian ditembak di sini tembus ke bibir. Ditembak dari belakang tembus ke bibir depan, ditembak dadanya lurus ke belakang,” ungkap Kamaruddin dikutip delta3.co.id dari laman Suara.com pada Jum’at 12 Agustus 2022.

Tak hanya itu, Kamaruddin juga mengungkapkan bahwa Brigadir J pernah menangis kepada kekasihnya sebelum ia meninggal dunia.

Baca Juga:  Hary Tanoe Tunjuk Pengusaha Redi Nusantara Jadi Ketua Perdagangan dan Perindustrian Perindo

“Dikasih tahulah bahwa ia akan meninggal atau dihabisi, carilah pria lain pengganti saya, saya tidak mungkin lagi menikahi kamu karena saya akan dibunuh,” ungkapnya lagi.

“…inilah kesempatan saya meminta maaf, dan apabila saya salah tolong dimaafkan,” sambungnya.

Selepas menyampaikan itu, menurut Kamaruddin Simanjuntak, akhirnya Brigadir J menangis bersama sang kekasihnya.

“Akhirnya dia nangis terseduh-sedu saking takutnya, si kekasih pun ikut menangis juga,” sambungnya lagi.

Brigadir J sudah mengetahui bahwa ia akan dibunuh, hingga pada akhirnya ia mengadu kepada sang kekasih akan hal itu.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.