Istri Ferdy Sambo masih susah dimintai keterangan, Wakil Ketua LPSK: Kita tak mendapatkan respon berarti

Istri Ferdi Sambodo (Istimewa)

delta3.co.id – Lembaga perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebutkan hingga saat ini masih belum mendapat keterangan penuh dari istri Ferdy Sambo terkait dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.

Perempuan yang bernama Putri Candrawati memang hingga saat ini masih belum memberi respon terhadap pendalaman kasus agar dia bisa diberikan status perlindungan oleh pihak LPSK.

Informasi ini didapat tim Hops Media dari Edwin Partogi selaku Wakil Ketua LPSK melalui portal berita pmjnews.com yang tayang pada Jumat 12 Agustus 2022.

“Beliau mengajukan permohonan karena butuh perlindungan, asumsinya ya. Kalau butuh perlindungan tentu namanya juga meminta, pasti ada sesuatu hal yang mau ditanya, ya respons dong,” terang Edwin di Kantor LPSK, Jakarta Timur pada Kamis kemarin.

Baca Juga:  Masih Berduka Atas Kepergian Mertua, Sheza Idris Umumkan Hamil Anak Kedua: Bersyukur Papa Sudah Tahu

Edwin sendiri menjelaskan hingga saat ini pihak LPSK belum memproses asesmen dari istri Ferdy Sambo.

Dia mengaku bingung dengan kondisi Putri Candrawathi.

“Ya bagaimana ya, dalam dua pertemuan kita tidak mendapatkan respons yang berarti ya,” sambung Edwin.

Memang, diketahui sebelumnya jika Edwin sempat meberi keterangan bahwa istri Ferdy Sambo sempat memberi kata-kata yang berulang dalam pertemuan mereka.

Kata-kata berulang itu juga yang mebuat Edwin dan tim mengalami kesulitan dalam menggali keterangan.

Bahkan dalam setiap asesmen, LPSK mengakui tidak mampu menemukan titik terang soal perkara yang dialami PC saat hendak mengajukan permohonan perlindungan.

Sementara itu, keterangan lain diberikan oleh psikolog dan psikiater LPSK berdasarkan pengalaman mereka ketika menangani asesmen pertama.

Baca Juga:  Pesulap Merah bongkar trik pawang hujan, Mbak Rara sindir balik hingga singgung soal karma: 90 persen sukses

Mereka meyakini Putri dalam kondisi traumatis, namun pihak LPSK belum mengetahui penyebabnya.

“Reaksi dari ibu PC itu dari penampakan yang terlihat, bahwa dia menangis bersedih yang berkepanjangan segala macam. Menurut psikolog dan psikiater kami, itu kalau nggak salah bukan kepura-puraan,” jelasnya.

“Artinya memang ada situasi traumatis, walaupun kami psikolog, psikiaternya, tidak tahu ini penyebabnya yang mana. Tapi saran dari psikiater kami, ada baiknya segera dilakukan tindakan pengobatan,” tambahnya.

Dalam keterangan sebelumnya, tim psikiater dan psikologis LPSK melihat kondisi kejiawaan PC masih tidak stabil.

Dan karena itulah, Edwin berpendapat PC membutuhkan penangan secara medis, bukan perlindungan dari LPSK.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.