Ada yg menempel di buah zakar sebelah kiri seperti kelereng.keras

Ada yg menempel di buah zakar sebelah kiri seperti kelereng.keras
Ada yg menempel di buah zakar sebelah kiri seperti kelereng.keras

Dok sya mau bertanya
Ini ada bejolan di buah zakar sebelah kiri besarnya seperti kelereng dan keras.itu penyakit apa ya


Selamat malam,AG

Terima kasih atas pertanyaan anda di SehatQ

Buah zakar atau dalam medis disebut testis adalah organ yang berperan penting dalam proses reproduksi. Pada testis terdapat kantong yang membungkusnya yang disebut dengan skrotum. Pada buah zakar seringkali terdapat gangguan berupa buah zakar bengkak, sakit atau muncul  benjolan di buah zakar. Beberapa sebab dibawah ini seringkali menjadi penyebab dari terjadinya benjolan pada buah zakar.. 

Penyebab terjadinya benjolan pada buah zakar :

  • Hernia inguinalis : Keluarnya usus menuju ke skrotum melalui cincin hernia yang longgar
  • Hidrokel : Terdapat cairan pada buah zakar)
  • Varikokel : Terjadi pelebaran pembuluh darah di dalam buah zakar
  • Tumor testis
  • Epididimitis : Radang pada saluran epididimis 
  • Kista epidermoid
  • Lipoma
  • Kelainan medis lainnya

Biasanya jika terdapat keluhan nyeri pada testis, kemungkinan benjolan berasal dari faktor infeksi, namun jika hanya terjadi benjolan yang teraba keras tanpa rasa nyeri, maka kemungkinan hal tersebut adalah pertumbuhan dari jaringan abnormal, walapun masih memungkinkan terjadi akibat faktor yang lain. Saat ini disarankan untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Bedah terdekat, guna mendapatkan pemeriksaan lanjutan secara langsung, sehingga nantinya penyebabnya dapat ditentukan. 

Sementara ini disarankan untuk menjaga kebersihan daerah kelamin, gunakan celana yang nyaman dan tidak ketat, perbanyak minum air putih, dan jika timbul rasa nyeri maka bisa konsumsi Paracetamol sebagai anti nyeri ringan.

Anda dapat membaca beberapa forum kami terkait dengan judul “benjolan pada buah zakar” :

  • Benjolan di buah zakar, bahaya atau tidak?
  • Benjolan di buah zakar, sakit apa?

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Liliani

Sumber : sehatq.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *