Telinga dalamnya kotor, berwarna kuning dan amis, kenapa ya ?

Telinga dalamnya kotor, berwarna kuning dan amis, kenapa ya ?
Telinga dalamnya kotor, berwarna kuning dan amis, kenapa ya ?

Selamat malam dok, saya mau bertanya.. kemarin telinga saya sedikit nyeri karna pada bagian luar / bibir lubang elinga saya luka karna gesekan jari, setelah sembuh dari nyeri, saya bersihkan dalamnya justru sangat kotor dan berwarna kuning, sedikit kental, dan berbau amis, saya kira nanah, setelah itu bersih justru berganti dengan cairan berwarna sama namun tidak kental dan juga tidak nyeri sama sekali, saya mau bertanya apa yg harus saya lakukan agar cepat sembuh, terima kasih dok.


Selamat siang, FA

Terima kasih sudah bertanya.

Mengalami keluhan adanya kotoran berwarna kuning, kental dan amis setelah mengalami luka iritasi karena terkena jari di dalam telinga akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keluhan tersebut, umumnya adalah karena adanya infeksi di dalam telinga.

Berikut tanda adanya infeksi dalam telinga :

  • Nyeri dalam telinga
  • Keluarnya nanah dari dalam telinga
  • Berbau amis
  • Pendengaran dapat menurun
  • Keluarnya cairan dari dalam telinga
  • Pendengaran terasa tersumbat

Berikut penanganan yang bisa di lakukan :

  • Kompres air hangat di bagian depan telinga
  • Hindari mengorek telinga
  • Hindari memasukkan air dalam telinga
  • Jauhkan telinga dari suara bising/keras
  • Hindari seringnya menggunakan earphone
  • Lakukan pemeriksaan telinga secara rutin minimal 6 bulan sekali

Munculnya cairan seperti nanah bisa merupakan akibat dari adanya luka di lubang telinganya tersebut, bila nanah yang keluar terlampau sering dan muncul gangguan pendengaran serta nyeri pada telinga, dianjurkan melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis THT untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Berikut forum yang bisa di baca terkait keluhan serupa :

  • Telinga mengeluarkan cairan seperti nanah apakah penyebabnya?
  • Telinga bernanah, apakah bisa sembuh?

Salam sehat,

dr. Rafsan

Sumber : sehatq.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *