Kleptomania tak pandang kaya atau miskin, kelakuannya tetap bikin malu, ini 5 tanda dan solusinya

Ilustrasi. Kenali ciri ciri dan gejala Kleptomania. (Instagram @soullhealer_23)

delta3.co.id – Kleptomania, atau tak sedikit pula yang menyebutnya dengan istilah klepto saja jelas menjadi aktivitas yang bisa bikin malu.

Bagaimana tidak, perilaku kleptomania itu amat berisiko, karena masuk dalam kategori kriminal, yakni mencuri.

Biasanya mereka yang kleptomania memang punya dorongan yang kuat dalam diri untuk melakukan perbuatan itu.

Kondisi ini bisa dibilang sebagai gangguan mental yang dipicu oleh faktor emosional atau pun kontrol diri.

Nah, mereka yang punya gangguan mental impuls macam begini biasanya tak mudah meredam godaan untuk melakukan tindakan berisiko.

Dan, kleptomania itu bisa menjangkiti siapa saja, tidak memandang kaya atau miskin. Jadi, sangat mungkin kleptomania itu diderita pula oleh mereka yang kaya.

Makanya, jangan heran kalau ada juga dari kalangan ini kedapatan melakukan pencurian.

Yang pasti, bukan cuma bikin malu, tindakan ini jelas akan menyeret si penderita kleptomania ke penjara.

Nah, untuk diketahui tanda-tanda kleptomania seperti apa, simak berikut ini delta3.co.id rangkum dari Alodokter, Minggu, 21 Agustus 2022.

1. Mencuri di mana-mana

Dorongan untuk mencuri seorang kleptomania bisa di mana saja. Pokoknya, di saat keinginan itu muncul dia akan lakukan.

Tak peduli tempat yang jadi sasarannya ramai, seperti supermarket atau pun toko, dia tetap akan lakukan aksinya itu.

Bukan cuma supermarket atau toko, di rumah-rumah pribadi pun, seperti rumah teman atau kerabat tak jarang dilakukan juga.

Baca Juga:  Gelagatnya tak lazim, Mariana Ahong wanita pengutil cokelat Alfamart diduga idap penyakit ini: Gak bisa sembuh

2. Tegang sebelum mencuri

Ada kelainan yang kerap muncul ketika akan mencuri dalam diri si penderita kleptomania.

Sering merasa tegang yang luar biasa. Penyebabnya, karena muncul gangguan kontrol impuls yang memang tak lagi bisa terkendali.

3. Lega dan senang setelah mencuri

Setelah berhasil mencuri barang yang diinginkan bisa dibilang menjadi titik kepuasan bagi seorang kleptomania.

Di situlah dia akan merasa lega dan happy sekali. Tapi, setelah itu dia langsung dirundung perasaan sebaliknya.

Akan muncul perasaan bersalah, diikuti pula rasa menyesal dan juga benci pada diri sendiri.

Dan, biasanya dihantui pula rasa kekhawatiran akan ditangkap serta dipenjarakan.

4. Barang curian tidak digunakan

Hal yang aneh dari seorang kleptomania tidak pernah menggunakan barang-barang hasil curian.

Barang tersebut biasanya hanya diletakkan begitu saja. Atau, juga disimpan, dan diberikan kepada orang lain.

Lucunya lagi, terkadang barang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya, tapi tentu secara diam-diam.

5. Hasrat mencuri timbul-tenggelam

Aksi pencurian yang dilakukan seorang penderita kleptomania sangat bergantung kapan dorongan itu muncul.

Untuk diketahui dorongan itu bisa datang dan pergi setiap saat. Juga, intensitas selalu berubah, kadang lebih besar atau sebaliknya lebih kecil dari waktu ke waktu.

Hal lain, dalam melakukan aksi pencurian penderita kleptomania tidak pernah karena alasan halusinasi, lalu delusi, serta marah, apalagi karena balas dendam.

Secara pasti kleptomania memang belum diketahui penyebabnya. Diduga, kondisi ini terkait dengan faktor genetik.

Baca Juga:  Ria Ricis joget TikTok kepala bayinya kecengklak, simak gejala dan cara pengobatannya dengan lakukan hal ini

Juga, karena keseimbangan hormon di otak: serotonin dan dopamin terganggu. Bukan cuma itu, penderita kleptomania bisa juga terkena sederet gangguan kejiwaan lain.

Seperti misalnya, depresi, lalu bisa juga rasa cemas yang berlebihan, serta suasana hati terganggu, atau bisa pula gangguan pola makan.

Solusinya?

Kleptomania memang gangguan mental yang tidak bisa dianggap enteng, karenanya butuh penanganan serius.

Efek dari gangguan yang satu ini bisa merepotkan semua, bukan cuma bagi si penderita tapi juga keluarganya.

Selain harus menahan malu, penderita kleptomania bisa ditangkap dan dipenjara. Karena aksi pencurian yang dilakukan.

Dan, harus diakui, sampai saat ini belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan kleptomania.

Biasanya, penanganan yang kerap dilakukan lebih ke sisi psikoterapi, plus dibantu obat-obat tertentu. Obat yang diklaim mampu menekan hasrat untuk mencuri.

Dan, terapinya lebih tertuju kepada upaya mencari tahu masalah psikologis yang menjadi pemicunya.

Berikut adalah jenis-jenis terapi tersebut:

1. Terapi perilaku kognitif
2. Terapi konseling keluarga
3. Psikodinamik
4. Terapi modifikasi perilaku

Semua jenis terapi tersebut tentu saja bisa diterapkan, bukan cuma secara personal, tapi juga berkelompok.

Lalu, untuk melengkapi terapi psikologis tersebut, bisa gunakan pula beberapa jenis obat tertentu.

Upaya ini tentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan obat yang diklaim bisa meningkatkan hormon serotonin di otak adalah fluoxetine, fluvoxamine,
paroxetine, dan sertraline. ***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.