7 Bahaya mengancam di balik praktik aborsi ilegal, mulai dari kerusakan rahim hingga kematian

Ilustrasi aborsi ilegal, foto: Pixabay

 

delta3.co.id – Belakangan berita seputar kasus aborsi ilegal makin marak. Seperti yang terjadi di Makassar beberapa waktu lalu, ditemukan 7 janin yang disimpan oleh pasangan di luar pernikahan dan mengaku melakukan aborsi ilegal.

Terlepas dari kasusnya, aborsi atau praktik menggugurkan kandungan merupakan suatu tindakan yang dilarang. Di Indonesia, aborsi diatur oleh hukum dan undang undang.

Berdasarkan riset Komnas Perempuan, sejak 2016-2021 terdapat total 147 kasus pemaksaan aborsi, mirisnya hal itu juga dibarengi dengan meningkatnya angka pelaku aborsi 6.54 persen tiap tahunnya.

Ada sanksi tegas bagi pelaku aborsi ilegal. Pada pasal 194 UU Kesehatan diatur dengan jelas bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi yang tidak sesuai dengan ketentuan pasal 75 ayat (2) dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Bahaya serius bagi pelaku aborsi ilegal

Selain melanggar undang-undang, ada bahaya mengancam para pelaku aborsi ilegal biasanya melakukan aborsi tanpa supervisi dari tenaga kesehatan. Padahal, aborsi yang diizinkan pemerintah harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah tersertifikasi dan ditetapkan oleh Menteri.

Baca Juga:  Begini Cara Mengingat Kematian Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin

Semua tindakan aborsi yang dilakukan dari itu, maka dikatakan sebagai tindakan ilegal.

Aborsi yang dilakukan secara ilegal atau yang tidak dengan anjuran ahli kesehatan maupun dokter dapat menimbulkan dampak-dampak buruk untuk seseorang yang keguguran.

Dilansir laman NHS Minggu 14 Agustus 2022, berikut ini adalah bahaya melakukan aborsi secara ilegal.

1. Perdarahan

Efek samping aborsi adalah terjadinya perdarahan. Perdarahan biasanya akan disertai dengan demam dan keluarnya gumpalan jaringan janin dan rahim.

2. Infeksi

Pasien biasanya akan mengalami infeksi selama 1-3 hari atau bisa lebih dari itu setelah melakukan aborsi. Infeksi akan terjadi akibat konsumsi obat-obatan yang digunakan untuk menggugurkan janin sehingga bakteri akan lebih mudah untuk masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga:  5 Tips capai body goals ala Chaeryeong ITZY tanpa diet ketat dan pembatasan makanan

3. Sepsis

Infeksi yang parah biasanya akan menimbulkan bakteri masuk kedalam aliran darah dan menuju ke seluruh tubuh. Hal itu akan mengakibatkan tekanan darah menurun sangat rendah. Kondisi seperti ini salah satu hal yang berbahaya ketika melakukan aborsi,

4. Kerusakan rahim

Seseorang yang melakukan aborsi sangat beresiko merusak rahim, kerusakan biasanya terjadi di leher rahim. Namun kerusakan ini terkadang sangat sulit untuk didiagnosis.

5. Infeksi peradangan panggul

Terjadinya infeksi peradangan panggul akan beresiko meningkatkan kehamilan ektopik dan mengurangi kesuburan wanita. Kondisi ini juga dapat mengancam nyawa pengaborsi.

6. Kanker

Seorang wanita yang sering melakukan tindakan aborsi lebih dari 2 kali, akan beresiko tinggi mengalami penyakit kanker serviks.

7. Kematian

Saat melakukan aborsi ilegal, mungkin akan terjadi kondisi infeksi, pendarahan yang hebat atau terjadinya kehamilan ektopik. Jika hal itu terjadi maka salah satu bahaya nya adalah mengancam nyawa sang ibu.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.