Selain menghilangkan sifat-sifat negatif, bersyukur bisa ciptakan suasana dan pikiran postif ini lho

Ilustrasi bersyukur (freepik )

delta3.co.id – Bersyukur dapat menciptakan suasana dan pikiran postif bagi manusia itu sendiri.

Bahkan dengan bersyukur saja, manusia dapat menghilangkan sifat-sifat negatif dari dalam diri mereka.

Peneliti menemukan bahwa  dengan bersyukur akan merangsang bagian di otak manusia yang berhubungan dengan perasaan dihargai, membentuk ikatan, dan mengartikan niat dari perbuatan yang orang lain lakukan. 

Bahkan dengan bersyukur, kita dapat mengurangi bahkan melawan pikiran dan sifat-sifat negatif seperti perasaan iri, narsisisme, sinisme, dan materialisme.

Sebagai konsekuensinya, orang-orang yang gampang bersyukur akan menjadi individu yang lebih bahagia, memiliki hubungan – baik pertemanan, maupun secara keluarga – yang baik, dan bahkan lebih mudah bagi mereka untuk mendapatkan teman.

Mereka juga yang mudah bersyukur bisa tidur lebih nyenyak, susah mengalami depresi, terhindar kecanduan dan burnout (kelelahan), bahkan lebih mudah untuk mengatasi kejadian traumatik.

Baca Juga:  Hidup lebih sehat, ini 6 tips diet Marshanda yang¬†gampang banget buat ditiru

Bisa dikatakan, rasa syukur bisa membuat manusia untuk terjebak dalam perangkap psikologis yang ada dalam kehidupan modern.

Dengan bersyukur sendiri, manusia mampu mengurangi kecenderungan untuk melupakan dan meremehkan kejadian-kejadian positif yang tanpa mereka sadari terjadi dalam kehidupan mereka.

Contoh paling mudah adalah saat kita memiliki dorongan untuk mencapai sesuatu yang lebih. Namun tanpa kita sadari hal tersebut didasari oleh dorongan dalam diri kita yang hanya ingin mendapat kepuasan belaka, alih-alih bersyukur dengan apa yang sudah ada.

Contoh lainnya adalah ketika kita sendiri dan tetiba datang ajakan untuk berkumpul tapi kita menolaknya dengan alasan kurang puas atau alasan negatif lainnya yang terjadi dalam kepada kita.

Baca Juga:  6 Tanda seseorang sudah mati rasa secara emosional, masa kecil bisa berpengaruh

Yang ada, kita akan tetap terjebak dalam kesendirian, dan jatuh dalam jurang penyesalan yang lebih dalam lagi.

Jika saja pada saat itu kita lebih bersyukur, pastinya ajakan itu akan kita terima, atau bahkan mengambil inisiatif terlebih dahulu.

Semakin sering manusia membuka dirinya, maka akan besar juga peluang mereka untuk menguatkan hubungan satu sama lain.

Dalam skenario terbaiknya, rasa syukur dapat memicu efek timbal balik (feedback loop) yang bisa menularkan perasaan positif antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Yang dimana akan mempererat hubungan mereka.

Singkatnya, Rasa syukur dapat membuat manusia fokus kepada hal-hal kecil yang dimilikinya.

Efeknya, kondisi hati atau perasaan yang lebih baik, yang dimana nantinya dapat membuat kita dengan mudah melihat sisi positif dari sebuah kejadian.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.