Posisi tidur dan bantal yang salah juga bisa sebabkan keriput loh! Berikut ulasannya

Ilustrasi tidur (Pexels/Ketut Subiyanto)

delta3.co.id – Banyak orang yang menyebutkan bobo cantik tanpa mempedulikan posisi tidur yang baik karena hal tersebut ternyata terdapat suatu alasan.

Idealnya, tidur yang dianjurkan yaitu minimal 7-8 jam setiap malam untuk menjaga kesehatan.

Namun, tidur dengan posisi yang salah atau menggunakan sarung bantal yang salah, dapat membuat wajah terlihat lebih lelah.

Lantas, seperti apa posisi tidur yang baik? Simak ulasan berikut.

1. Cobalah tidur dengan posisi terlentang

posisi tidur (PIXABAY/cuncon)

“Tidur terlentang adalah pilihan terbaik untuk mengurangi kerutan,” kata dokter kulit Michael Jacobs, direktur teknologi medis di Cortina.

Dermatologis Courtney Rubin, salah satu pendiri Fig.1 menyebutkan jika dirinya setuju, jika punggung adalah yang terbaik untuk pencegahan dalam kerutan.

“Tidur lebih suka di satu sisi wajah, atau di perut, dapat menyebabkan tekanan dan gaya geser pada kulit, bersamaan dengan kerutan kulit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Menkes Ungkap Alasan Gunakan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

2. Gunakan sarung bantal berbahan sutra

tidur (Pexels/cottonbro)

Ada beberapa ahli yang menyebutkan jika sarung bantal berbahan sutra lebih baik.

“Sarung bantal sutra lebih baik untuk kulit Anda,” ucap Jacobs.

Ia juga menuturkan jika ada lebih sedikit gesekan antara kulit dan bantal, yang dapat mengurangi efek negatif yang ditimbulkan pada kulit.

Ia menyarankan untuk tidak lupa menggunakan masker mata tidur.

“Menggunakan masker mata tidur berbahan sutra dapat secara signifikan mengurangi pembentukan kerutan dengan melindungi bagian paling halus dari kulit Anda di sekitar mata Anda,” ujarnya.

Menggunakan sarung bantal berbahan sutra lebih lembut daripada katun.

Karena tidak akan menarik kulit saat bergerak ketika tidur.

Sutra juga dapat menyerap kelembapan lebih sedikit daripada kapas atau serat mikro.

Baca Juga:  Fenomena Acne Shaming dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental

3. Tidur yang cukup memiliki banyak manfaat untuk kulit

Ilustrasi tidur (Pexels/Ivan Oboleninov)

Waktu tidur yang cukup sangat dianjurkan bahkan harus diprioritaskan untuk memperbaiki kerusakan pada hari yang baru saja berlalu.

Karena kebanyakan kerusakan lingkungan yang terjadi pada kulit disebabkan oleh sinar UV dan faktor lainnya.

“Saya menganggap malam hari sebagai kesempatan untuk pemulihan kulit, dengan menggunakan topikal seperti retinol, yang mendukung produksi kolagen, dan dengan mendapatkan istirahat yang cukup untuk memerangi keausan sehari-hari,” ucap Rubin.

Jumlah tidur yang tidak cukup, tubuh bisa menghasilkan hormon respon stres yang memainkan peran penting dalam peradangan kulit, penuaan, dan penyembuhan luka yang lebih lambat.

Karena kurang tidur dapat menjadi salah satu kontributor utama penuaan kulit, dan juga memperburuk kondisi kulit yang meradang.

Seperti eksim, psoriasis, dan dermatitis.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.