Lokadrama Lara Ati trending, Bayu Skak cerita awal kariernya: Dulu sampai menginap di warnet

Joko (Batu Skak) dan Farah (Sahila Hisyam) dalam lokadrama Lara Ati, foto: IG Moektito
Hops. ID – Penulis naskah dan sutradara Lara Ati, Bayu Skak, membuat lokadrama yang mirip dengan Yowis Ben the serries garapannya. 
 
Di lokadrama Lara Ati, selain sebagian besar menggunakan bahasa Jawa, pemeran utamanya adalah Bayu Skak sendiri. Di film ini, Bayu berperan sebagai Joko. 
 
Lokadrama Lara ati ini juga menggunakan original soundtrack (OST) sendiri, dengan title “Iki Uripku”, yang di tulis dan dinyanyikan sendiri oleh Bayu Skak.
 
 
Bayu juga tak lupa memasukkan unsur minoritas di lokadrama Lara ati ini, sebagaimana di film Yowis Ben. Adalah Riki (Indra Pramujito) karakter yang mirip Nando (Brandon Salim) di film Yowis Ben.
 
Riki menjadi minoritas tionghoa sekaligus salah satu sahabat Joko.
 
Tayang di SCTV, lokadrama Lara ati dimulai dengan cerita munculnya perselisihan kecil antara Joko (Bayu Skak) dengan ibunya yang meminta ia memberi uang ke kenalan Bapaknya, Lek Muji yang punya banyak kenalan hingga ke kementerian.
 
 
Bagi ibunya, menjadi PNS akan menjadi kebanggaan bagi keluarga. Tetapi Joko menolak. 
 
Kebetulan, setelah itu Joko kembali tidak lulus menjadi PNS. Ia pun mendapat murka dari ibunya. 
 
Karena itu, oleh Riki, ia diajak bekerja di bank BRS. Meski awalnya tak membayangkan hanya membagikan brosur, justru di situ tanpa sengaja ketemu Farah (Sahila Hisyam). Dari situlah cerita percintaan Joko dimulai.
 
Soal meramu adegan cerita, Bayu Skak memang juara. sehingga alurnya selalu menarik untuk ditonton.
 
 
Bayu Skak memiliki nama Asli Bayu Eko Moektito. Ia lahir di Malang, 13 November 1993. Skak, adalah akronim dari kata Sekumpulan Arek Kesel sebagai bentuk pelampiasan karena susahnya membuat animasi saat sekolah di SMK 4 Grafika Malang.
 
Ia lalu membuat video konyol dan diupload di YouTube, yang membuat banyak orang terhibur.
 
Tahun 2014, Bayu Skak pernah masuk dalam salah satu youtuber paling populer yang salah satu videonya, masih dalam 10 video non musik terbanyak di Youtube 2014. 
 
Bayu Skak memang kreatif. Ada banyak properti dalam video-videonya. Dilansir Hpos.id dari YouTube Indonesia Morning Show Net TV, 19 Desember 2014 silam, ia menceritakan proses produktifnya.
 
 
Bahwa ia, pertama kali membuat video dari kamera HP yang hanya 3 megapixel.
Video itu lalu ia perlihatkan kepada teman-temannya. Butuh waktu seminggu bagi Bayu Skak hanya untuk membuat satu video. 
 
“Dulu masih warnet gitu. Aku inget banget, aku upload video itu ke warnet.  Warnet itu paket malem. Upload video itu satu video itu kurang lebih 200 MB. Aku render kualitasnya jadi 720. Gak bisa kalo 1080. Aku tuh sampe nginep di warnet,” ungkap Bayu Skak, menceritakan proses awalnya membuat video. 
 
Bayu Skak juga berbagi cara membuat video. Dalam keseharian, ia selalu membawa note kecil. setiap ia mengingat sesuatu yang menarik, ia akan tulis ide itu.
 
 
Bayu Skak juga suka mendatangi tempat keramaian untuk mengetahui yang sedang hype. Dari situ, ia menulis poin-poin penting yang kemudian ia jabarkan menjadi skrip.
 
Siapa sangka, dari aktivitasnya dulu, terus berkembang sehingga Bayu Skak menjadi seperti sekarang, penulis sekaligus sutradara.***
Baca Juga:  Berderai air mata, Marshanda ibaratkan hidupnya kayak orang lagi halal bihalal: Setiap orang di hidup gue...

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.