Sajikan konsep beda, serial loka drama Lara Ati mampu bertengger di 10 besar rating TV nasional

Lara Ati konsisten bertengger pada 10 besar rating tv nasional sejak 18 Agustus hingga 21 Agustus 2022. (Instagram @laraati)

delta3.co.id – Loka drama Lara Ati per tanggal 21 Agustus 2022 telah memasuki hari ke-5 penayangan mereka.

Serial yang dibintangi oleh Bayu Skak dan Dono Pradana ini, tayang pada pukul 21.25 WIB di SCTV. Tidak hanya di SCTV saja, serial ini juga bisa dilihat melalui vidio.com atau bisa juga di kanal YouTube SCTV.

Serial yang yang didominasi pemeran asal Surabaya dan Malang ini sempat diisukan pindah jam tayang pada pukul 14.00 WIB. Tetapi hingga tayangan terakhir mereka pada 20 Agustus 2022, serial ini masih tayang pukul 21,25 WIB.

Dilansir dari pernyataan sang sutradara, Bayu Skak, melalui instagram pribadinya @moektito, Bayu berkata serial garapannya masih menempati peringkat 7 nasional, dan dia masih bingung atas alasan apa, serialnya akan pindah jam tayang.

Jika melihat pernyatan Bayu Skak, sebenarnya serial berbahasa Jawa mampu menempati peringkat ke 7 nasional.

Dilansir dari ulasku.com yang menyatakan bahwa Lara Ati konsisten bertengger pada 10 besar rating tv nasional sejak 18 Agustus, hingga hari ini Minggu, 21 Agustus 2022.

Serial yang dibaca sebagai ‘loro ati’ ini, secara harfiah berarti ‘sakit hati’. Perasaan sakit hati yang dialami oleh sang karakter utama, Joko dalam mengarungi hidupnya, dan juga apa yang dirasakan oleh teman-teman dekatnya.

Seperti garapan Bayu Skak pada umumnya, pastinya Lara Ati memiliki keunikan sendiri dengan bumbu khas racikan Sutradara asal Malang ini.

Baca Juga:  Khawatir rating Lara Ati turun, Bayu Skak sarankan penonton lakukan ini agar sinetronnya gak 'bungkus'

Konsep yang diusung pun tidak umum, dimana kebanyakan sinetron saat ini menggunakan Bahasa Indonesia, Bayu dengan berani mengusung Bahasa Jawa sebagai bahasa utama dalam serialnya.

Lokasi tempat syuting serial ini pun dibilang unik, yaitu dilakukan di Surabaya.

Ikon-ikon Surabaya pun dimasukkan dalam serial ini, mulai dari menyorot area bisnis Tunjungan lengkap dengan Tunjungan Plaza-nya, hingga menyajikan makanan khas arek-arek Suroboyo, Rujak Cingur.

Tidak hanya bangunan dan makanan, kehadiran tokoh-tokoh asli Suroboyo seperti Cak Kartolo, seorang tokoh ludruk legendaris yang memerankan Pak Bandi, dan juga Lek Muji yang diperankan oleh Wakil Walikota Surabaya, Armuji, yang mempunyai sapaan akrab Cak Ji.

Apa gunanya sebuah serial dengan tokoh yang mentereng dan lokasi yang wah tanpa sebuah cerita yang mampu menyentuh sisi sentimental para penonton?

Dalam serial ini, Bayu dan kru mampu meracik sebuah sisi sentimental artifisial dengan detail-detail yang terjadi dalam kehidupan nyata dan terlihat tanpa dibuat-buat..

Mulai dari kebiasan yang dilakukan ibu-ibu yang berbincang sana-sini atau gosip sana sini ketika berbelanja. Hadirnya seorang tetangga yang iri yang selalu menjadi penyebar gosip.

Bagaimana perasaan seorang ibu yang tidak ingin anaknya dipandang rendah, dan juga sebuah stigma lawas yang mewajibkan anaknya agar menjadi seorang PNS agar dipandang oleh tetangganya.

Baca Juga:  Tegas dan percaya diri, ini yang akan dilakukan Nathalie Holscher usai resmi cerai: Menuju...

Detail lain yang seperti kehidupan nyata dalam serial ini bisa juga kita lihat dari karakter Mamat Ndingkluk, sebuah karakter yang berlandaskan “yang penting dapat uang, fisik lelah belakangan”.

Hingga adanya sebuah scene kenakalan remaja yang diperankan oleh ‘trio kemlinthi’.

Emosi yang meledak ketika teman tak mampu memahami apa yang kita rasakan, hingga perasaan deg-degan ketika bertemu orang yang dicinta.

Detail-detail seperti itu mungkin pastinya bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dan konteks ibu-ibu bergosip ria pastinya juga terjadi tidak hanya ketika dalam setting berbelanja sayuran saja.

Untuk sisi tokoh utama sendiri, Bayu bisa dibilang sukses dalam mengantarkan apa yang dirasakan oleh Joko untuk memenuhi hasrat klasik ibunya.

Sebuah perasaan yang pasti dirasakan banyak orang, dimana mereka harus menuruti kemauan orang tua hingga kehilangan jati diri dan passion mereka sendiri. Sisi itu lah yang mampu terhubung oleh banyak pengalaman pribadi penonton.

Juga dengan akting para pemeran yang mampu menyajikan sebuah vibe yang seolah-olah kehidupan mereka direkam dan ditonton banyak orang.

Konsep sederhana dan khas ini lah yang mampu menghubungkan adegan-adegan dalam serial tersebut, terhubung dengan pengalaman pribadi maupun sebuah ikatan memori yang tidak asing bagi para penonton. ***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.