Profil Deolipa Yumara, anak tentara nyentrik mantan kuasa hukum Bharada E yang miliki tiga profesi

Profil Deolipa Yumara mantan kuasa hukum Bharada E (Foto: @deolipa_project)

delta3.co.id – Nama Deolipa Yumara akhir-akhir ini menjadi perbincangan netizen setelah dirinya menjadi pengacara Bharada E yang terlibat dalam kasus tewasnya Brigadir Joshua.

Deolipa Yumara dinilai sangat vokal mengabarkan perkembangan kasus tersebut hingga berhasil membuat Bharada E mengungkapkan kebenaran peristiwa yang kini menjadi sorotan publik.

Tampil dengan gaya nyentrik yang jauh dari kesan seorang pengacara, banyak masyarakat penasaran dengan profil Deolipa Yumara.

Lalu siapakah sebenarnya Deolipa Yumara yang bahkan dipuji oleh Menkopolhukam Mahfud MD? Berikut ini profil singkat sang pengacara yang dikutip delta3.co.id dari Pikiran Rakyat.com pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Bersuku Jawa dan memiliki ayah tentara

Dalam kanal YouTube Uya Kuta TV, Deolipa Yumara sempat menerangkan tentang asal-usul dirinya yang berdarah Jawa.

Ibunya berasal dari Jombang, Jawa Timur namun yang darah Manado, sementara ayahnya berasal dari Yogyakarta.

Deolipa juga menceritakan tentang pekerjaan sang ayah yang merupakan seorang tentara bandel hingga membuat senjatanya ditarik.

“Bapak saya tentara, angkatan laut, tapi ‘kan saya bukan tentara. Waktu saya kecil bapak saya suka pegang senjata, tapi ditarik lagi karena bandel,” ungkapnya dalam kanal YouTube Uya Kuya TV.

Ia juga menambahkan jika sang ayah pensiun dengan pangkat terakhir sersan mayor.

“Ayah saya tentara tapi nakal. Senjatanya akhirnya dicabut. Dia pensiun dengan pangkat serma,” tambahnya kepada Uya Kuya.

Pengacara yang juga psikolog

Dalam wawancaranya bersama Uya Kuya, Deolipa Yumara mengaku lulusan Fakultas Hukum dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, satu angkatan dengan Uya Kuya.

Baca Juga:  Dulu dibeking 15 pengacara top, Deolipa Yumara bongkar gaji Bharada E lalu soroti kejanggalan: Duitnya dari…

“Teman lama saya, kita satu almamater di UI,” ujar Uya Kuya.

Karena Deolipa mengambil dua bidang pendidikan, maka ia tak hanya berprofesi sebagai pengacara tetapi juga seorang psikolog.

“Jadi saya bukan hanya pengacara, saya juga psikolog,” sebut Deolipa Yumara.

Karire Deolipa Yumara sebagai pengacara dimulai pada tahun 1998 walaupun belum memiliki kartu anggota dan surat pengesahan sebagai pengacara.

Ia kemudian resmi diangkat menjadi pengacara dan mendapat pengesahan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah DKI Jakarta pada 2010 lalu.

Deolipa Yumara cukup disegani rekannya dan terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Pengacara Indonesia pada Musyawarah Nasional ke-2 pada 2019 lalu.

Ia juga pernah menangani kasus besar salah satunya kasus penipuan Kripto yang menyeret nama artis Angel Lelga pada Juni 2022 lalu.

Disebut seniman oleh Mahfud MD

Dikenal sebagai pengacara Bharada E yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, ternyata sepak terjangnya sempat dikomentari Mahfud MD.

Pada 9 Agustus 2022 lalu, setelah pengumuman penetapan Ferdy sambo sebagai tersangka, Mahfud MD mengomentari gaya unik Deolipa Yumara yang mirip seniman dan bisa bekerja dengan baik.

“Itu bagus nyentrik, rambutnya panjang kayak seniman apa adanya. Tapi (beri acungan jempol) bagus juga, masyarakat mengerti,” ujar Mahfud MD.

Namun, siapa sangka, di balik profesinya sebagai pengacara dan psikolog, Deolipa juga merupakan seorang musisi  dan memiliki sebuah band dengan empat personil yaitu dirinya, Irul, Eta Donovan, dan Ilham.

Beberapa lagu juga telah diciptakannya bersama personil bandnya antara lain Preman Berdasi, Gondrong, Mencari Kasih 1 dan 2, Duit dan lainnya.

Baca Juga:  Kronologi kematian Brigadir J versi Ferdy Sambo dan update terkini dari kepolisian

Karya-karyanya sering kali diunggah dalam media sosialnya seperti Instagram @deolipa_project dan YouTube DEOLIPA yang memiliki ribuan pengikut.

Tak terima diberhentikan sebagai pengacara Bharada E

Sepak terjang Deolipa Yumara dalam kasus pembunuhan Brigadir J harus berakhir setelah ia dicopot menjadi kuasa hukum bagi Bharada E.

Ia menduga ada yang tak beres di balik pencopotan dirinya, karena surat pencopotannya sebagai kuasa hukum diketik sementara Bharada E sedang berada di tahanan.

“Tentunya posisi Eliezer gak mungkin mengetik, dia tahanan. Diketik baru dia tanda tangan. Biasanya Eliezer suka nulis tangan,” ungkap Deolipa pada Kamis, 11 Agustus 2022 lalu.

Hal tersebut membuatnya geram dan menuntut fee sebesar Rp15 triliun atas kerja kerasnya sebagai pengacara selama 5 hari mendampingi Bharada E.

Jika tidak dikabulkan, Deolipa mengancam akan menggugat sejumlah pejabat negara karena sebelumnya ia ditunjuk langsung oleh Bareskrim.

Banyak netizen yang bersimpati dengan aksinya dan memberikan dukungan atas apa yang dilakukannya melalui kolom komentar dalam unggahan terakhir Instagramnya.

“Pak jangan mundur, laporkan saja surat itu ke Kapolri biar langsung diusut orang yang dengan beraninya mengintervesi Bharada E. Terima kasih ya, Bang Olip meskipun belum ada seminggu jadi kuasa hukum Bharada E tapi sudah membuat kasus ini bergerak cukup terang,” pinta salah satu netizen.

“Semua masyarakat percaya Bang Deolipa sebagai pengacara jujur dan mengatakan apa adanya no skenario memang susah menegakan kebenaran di negeri hayalan,” sebut netizen lainnya.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.