Mimpi masa lalu AKP Rita Yuliana, demi meringankan orang tua, rela lepaskan…

AKP Rita Yuliana (kanan) pernah punya mimpi besar di masa lalu. (Instagram @ritasorchayuliana)

delta3.co.id – Sosok AKP Rita Yuliana kini menjadi perbincangan publik. Polwan cantik yang memiliki prestasi melejit di usia muda ini harus rela menelan tudingan negatif.

Sejak salah satu petinggi di jajaran kepolisian dengan inisial FS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. 

Nama polwan cantik AKP Rita Yuliana tidak pernah meredup, justru makin santer kabar tak sedap tentang dirinya. Mulai dari oplas wajah, hingga dugaan perselingkuhan dengan sosok FS (Irjen Pol Ferdy Sambo). 

Sampai saat ini dugaan tersebut belum mendapatkan klarifikasi yang sebenarnya dari AKP Rita Yuliana.

Dibalik tudingan tak mengenakkan pada Polwan yang berdinas juga di Polda Metro Jaya tersebut. Ternyata dia memiliki cita-cita mulia saat masih duduk di bangku sekolah. 

Bahkan demi meringankan beban orang tua, Polwan cantik ini rela melepaskan mimpinya. Hingga akhirnya mengantarkan dia pada posisi seperti sekarang ini.

Lebih lengkapnya simak ulasan singkat berikut ini.

Rita Yuliana ingin jadi Dokter

Dalam sebuah segmen wawancara yang dilakukan TV9 Lombok News.

Polwan asli Lombok ini blak-blakan mengungkapkan mimpi besarnya untuk menjadi dokter.

“Waktu kecil cita-cita saya jadi seorang dokter. Ya, namanya masih anak kecil jadi banyak keinginan gitu. Mau jadi dokter, pengen jadi artis gitu kan,” ucap Rita Yuliana seperti dikutip delta3.co.id dari YouTube TV9 Lombok News pada Senin, 15 Agustus 2022.

Baca Juga:  Dituding jadi simpanan Ferdy Sambo, akhirnya AKP Rita Yuliana buka suara

Tak cukup itu Rita mengakui bahwa rasa percaya dirinya sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah.

“Jadi rasa PD (percaya diri) nya itu sudah ada sejak kecil gitu,” sambungnya.

Rita juga menjelaskan bahwa menjadi Polwan itu karena unsur ketidaksengajaan. 

“Timbul cita-cita menjadi seorang Polwan itu ketika dulu saya SMA kelas 2. Pada waktu itu pas saya di kabupaten Lombok Timur, jadi paskibraka,” ucap Rita Yuliana.

“Pelatihnya kan ada yang polisi. Ada senior juga yang Polwan gitu, kayaknya keren. Cuma sebatas oh iya keren. Tapi aslinya cuma mau jadi dokter,” imbuhnya.

Jadi Polwan karena kondisi orang tua

Meskipun dia masih kelas 2 SMA, tapi sudah berani mengungkapkan keinginannya selepas SMA.

“Cuma pada saat itu saya sempat diskusi dengan orang tua saya. Memang orang tua saya tau kalau cita-cita saya adalah dokter,” kata Rita Yuliana.

Tapi dia harus ikhlas melepas mimpinya itu karena orang tua tidak bisa memenuhi keinginan Rita untuk menempuh pendidikan sebagai dokter.

“Tapi untuk situasi kondisi kami. Ya, pada saat itu orang tua saya sudah mendekati masa pensiun gitu,” ungkap Rita.

Baca Juga:  Capek dijatuhkan hingga terus disakiti, Nathalie Holscher kian berani bongkar perkara kerap dimanfaatkan

“Jadi diskusi sama orang tua beliau merekomendasikan untuk lebih amannya masuk ikatan dinas gitu,” tambahnya.

Dengan kata lain orang tua Rita menginginkan sang anak masuk pendidikan yang ada sistem ikatan dinas.

Karena saat itu orang tua Rita diketahui akan masuk masa pensiun sebagai PNS kecamatan.

“Jadi untuk dokter saya nggak bisa masuk, karena orang tua saya mau pensiun gitu. Jadi saya bilang, oh ya udah nggak apa-apa,” ujarnya.

Berbekal nekat dan minim informasi Rita Yuliana daftar pendidikan Polisi.

Rita mengakui kalau keluarganya tidak ada yang jadi anggota Polisi. Tapi dia yakin bisa demi masa depan dan orang tuanya.

“Keluarga saya nggak ada background Polri gitu. Saya adanya TNI. Ayah saya pensiunan PNS Kecamatan,”ucapnya.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki saat itu, Rita putuskan daftar Polisi. “Saya pada saat itu tidak tau mana bintara, akpol dan lainnya. Karena minimnya internet di kampung saya,” ungkap Rita.

“Saat itu belum lulus, ya masih kelas 2 SMA, saya nekat ke Polres Lombok Timur, tanya cara mendaftar dan syaratnya. Karena belum lulus, daftarnya setelah dinyatakan lulus dari SMA,” pungkasnya.***

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.