Isuzu tak mau terburu-buru luncurkan kendaraan listrik: Indonesia butuh road map agar tak diserang produk CBU

Isuzu Mu-X

delta3.co.id – Di tengah euforia tentu ada kesenangan, namun tak semua euforia harus dilakukan hanya demi gengsi semata. Layaknya trend kendaraan elektrifikasi yang tengah menjadi percepatan di Indonesia.

Banyaknya model mobil listrik yang diperkenalkan produsen otomotif,justru menjadi langkah bagi Isuzu untuk lebih matang mempertimbangkan kendaraan ramah lingkungannya di luncurkan dalam waktu dekat. Tentu bagi Isuzu bukan perkara sulit menghadirkan ataupun mengembangkan kendaraan niaga bertenaga listrik saat ini.

Namun sebelum melangkah menuju teknologi kendaraan elektrifikasi, dibutuhkan road map yang akan menjadi arah terhadap pengembangan model kendaraan yang sesuai dengan rencana dan terarah untuk industri otomotif di dalam negeri.

Terlebih saat ini pemerintah telah melakukan percepatan kendaraan elektrifikasi dengan target pada 2060 mendatang semua kendaraan telah mengadopsi teknologi yang menghasilkan nol emisi.

Baca Juga:  Lirik lagu Orang Ke 3 - HIVI!

Kondisi tersebut menurut Attias Asril akan menjadi acuan bagi produsen otomotif, khususnya Isuzu dalam merencanakan persiapan jika roadmap yang telah dibuat telah siap di implementasikan seluruh sektor pendukungnya.

Isuzu siapkan layanan produk euro 4 (Mufrod)

“Saat ini terjadi dilema, dimana produsen masih belum mengetahui roadmap yang harus ditentukan apakah hybrid dahulu atau langsung lompat ke EV. Arahan ini yang dibutuhkan produsen untuk menuju pilihan mobil yang akan dipasarkan,” tegas pria akrab disapa Aat ini di Tangerang.

Road map ditambahkan Aat, akan menjadi jalur yang dilakukan para produsen kendaraan di Indonesia terkait persiapan investasi hingga teknologi yang dinilai tepat dan sesuai di Indonesia.

Cilakanya jika industri otomotif tidak memiliki road map maka akan terjadi dominasi masuknya produk luar negeri ke Indonesia, karena industri di dalam negeri tidak siap.

Baca Juga:  Pilihan mobil dengan biaya perawatan murah layak untuk dipinang pakai harian

“Jika road map tidak siap, maka Indonesia bisa digempur kendaan luar negeri dalam bentuk CBU. Kondisi ini bisa saja terjadi jika tidak ada road map dan indonesia melakukan lompatan teknologi dengan percepatan kendaraan langsung pada model EV,” jelas Aat.

Bisa dibayangkan jika ada negara yang memiliki teknologi maju,di bawa ke Indonesia, yang justru akan mengganggu industri otomotif dalam negeri berkembang.

“Seperti contoh Eropa sudah Euro 6, sedangkan di Indonesia Euro 4 apakah mau jump, mau hybrid atau langsung EV, ini penting,” pungkasnya.

 

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.