Honda bocorkan dua mobil listrik meluncur 2023, bakal banjiri pasar otomotif Indonesia dengan banyak model

Honda siap luncurkan kendaraan elektrifikasi secara masif di Indonesia (Mufrod)

delta3.co.id – PT Honda Prospect Motor mulai ungkap rencana peluncuran dua mobil listrik terbarunya tahun depan. Rencana tersebut sebagai visi elektrifikasinya untuk pasar otomotif Indonesia.

Mobil elektrifikasi pertama yang akan diluncurkan merupakan e:HEV yang diklaim akan menjadi jembatan dari transisi rencana Honda menuju elektrifikasi sepenuhnya di masa mendatang.

Tak hanya langkah meluncurkan dua model mobil hybridnya tahun depan. Produsen mobil asal Jepang ini juga akan secara masif memperkenalkan model-model mobil listriknya di tanah air.

Rencana khusus juga telah dipersiapkan Honda yang akan melakukan produksi lokal untuk mobil listriknya. Rencana tersebut sejalan dengan target Honda mencapai netralitas karbon (Zero Carbon) untuk semua produk maupun aktivitas perusahaanya pada tahun 2050.

Dalam jangka menengahnya, Honda juga telah memasang target untuk mencapai kendaraan elektrifikasi 100 persen untuk semua modelnya secara global pada 2040 mendatang.

Honda juga telah mengumumkan akan memperkenalkan setidaknya 30 model berbasis elektrik secara global hingga tahun 2030, dengan total produksi menjadi 2 juta unit per tahunnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Honda menjalankan inisiatif e:Technology yang merupakan rencana elektrifikasi untuk tiga pilar produk Honda, yaitu mobil, sepeda motor, dan power product.

Simbol “e:” mengacu pada “energy” dan “elektrifikasi” yang memberikan semangat (energize) untuk membuat hidup manusia lebih bahagia. Honda berusaha mewujudkannya dengan menciptakan teknologi elektrifikasi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan kebersihan dari mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine) yang ada saat ini.

Honda e:HEV (Mufrod)

Yusak Billy, Sales Marketing & Business Innovation Director PT Honda Prospect Motor mengatakan, teknologi Honda harus selalu mengikuti kebutuhan konsumen dan lingkungannya. Dengan teknologi hybrid akan menjadi jembatan yang tepat bagi Honda dan konsumennya menciptakan transisi dari teknologi mesin berbahan bakar minyak menuju elektrifikasi sepenuhnya.

Baca Juga:  Honda luncurkan motor harga Rp80 juta, mesin 125 Cc khusus konsumen yang paham saja!

“Memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mengenal dan membiasakan diri dengan teknologi baterai. Terlebih lagi, sistem e:HEV yang dimiliki Honda saat ini juga memiliki teknologi terdepan yang sangat efisien untuk mengurangi karbon, menghemat penggunaan energi, namun tetap menyenangkan untuk dikendarai.” ujar Billy di GIIAS Senin 15 Agustus 2022.

Teknologi e:HEV merupakan sistem hybrid ramah lingkungan yang memberikan performa dan kenyamanan berkendara dari kecepatan rendah, menengah hingga maksimal. Teknologi e:HEV terdiri dari empat komponen utama, yaitu Atkinson Cycle Engine, Electronic CVT (e-CVT), Intelligent Power Unit, dan Power Control Unit.

Atkinson Cycle Engine merupakan mesin Direct Injection, 4-cylinders DOHC i-VTEC yang menggunakan bahan bakar bensin. Pada sistem e:HEV, mesin ini berfungsi untuk memberikan tenaga kepada motor generator sehingga dapat menghasilkan daya listrik untuk menggerakkan motor drive, memberikan tenaga langsung ke roda saat berkendara di kecepatan tinggi, dan mengisi daya baterai.

Putaran mesin kemudian diteruskan oleh motor generator yang berada di dalam e-CVT untuk menghasilkan daya listrik dengan efisiensi tinggi dan mengisi daya baterai. Sementara motor drive di dalam e-CVT berfungsi menyalurkan putaran ke roda dengan tenaga dan traksi yang tinggi, serta menghasilkan daya listrik saat deselerasi.

Kinerja motor pada E-CVT dikontrol oleh Power Control Unit yang juga sekaligus berfungsi untuk mengontrol kebutuhan listrik antara baterai dan motor. Daya listrik pada sistem e:HEV disimpan dalam Intelligent Power Unit yang menggunakan Lithium Ion Battery berkapasitas tinggi. Unit ini mempunyai kapasitas penyimpanan daya hingga 300V.

Baca Juga:  Brio virtual modification jaring 911 desain, Honda pilih 20 karya terbaik modifikator tanah air

Sistem e:HEV mempunyai tiga mode berkendara, yang secara otomatis akan berganti sesuai dengan kondisi pengendaraan dan beban mesin. Dalam kondisi berkendara normal dengan beban mesin rendah, sistem akan menggunakan mode EV dimana hanya baterai yang menggerakan motor sehingga tidak ada bensin yang digunakan. Saat mobil berakselerasi dengan lebih kuat, sistem akan menggunakan model Hybrid dimana mesin dan baterai bekerja bersamaan untuk menghasilkan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi bahan bakar. Saat berkendara dalam kecepatan tinggi, sistem akan menggunakan mode Engine Drive, dimana mesin secara penuh akan menggerakan roda untuk menghasilkan tenaga lebih besar sekaligus mengisi daya baterai secara bersamaan.

Muhammad Zuhdi, Service Technical & Warranty Senior Manager PT Honda Prospect Motor mengatakan, “Sistem e:HEV akan sangat mudah diterima oleh konsumen karena tidak terdapat banyak perbedaan baik dari cara berkendara maupun perawatan kendaraannya. Meskipun demikian, sistem hybrid sudah dapat secara signifikan memberikan kontribusi terhadap efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih ramah lingkungan.”

Untuk memperkenalkan teknologi e:HEV pada konsumen, Honda menampilkan dua model e:HEV di ajang GIIAS 2022, yaitu Honda CR-V Hybrid dan Honda Accord Hybrid. Kedua model tersebut karena saat ini telah dipasarkan dan sukses diterima oleh konsumen di berbagai negara. Konsumen juga berkesempatan untuk mencoba langsung model e:HEV Honda melalui unit test drive CR-V Hybrid yang tersedia di area test drive pada GIIAS 2022.

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email [email protected].